Profil

Berdasarkan pada peraturan BPOM Nomor 24 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas
Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di lingkungan BPOM, terdapat 2 (dua) UPT Badan POM di
Provinsi Bali yaitu:

  1. BBPOM Di Denpasar dengan wilayah kerja meliputi satu (1) kota yaitu Kota Denpasar, dan
    enam (6) kabupaten yaitu Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Gianyar,
    Kabupaten Klungkung, Kabupaten Bangli dan Kabupaten Karangasem
  2. Loka POM di Kabupaten Buleleng dengan wilayah kerja meliputi dua (2) kabupaten yaitu
    Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Jembrana.

Keberadaan/eksistensi BBPOM Di Denpasar selain menjawab tantangan tersebut diatas,
institusi ini diharapkan pula untuk turut serta dalam mengawal Visi dan Misi Provinsi Bali
dibawah kepemimpinan Gubernur Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. dengan Visi “Nangun Sat Kerthi
Loka Bali” yang artinya Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru.
BBPOM Di Denpasar juga harus siap menjalankan tupoksinya sesuai 5 (lima) Visi, tujuan dan
sasaran Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2019-2024 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. Dengan
permasalahan-permasalahan yang ada, Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya harus
memiliki Sistem Pengawasan Obat dan Makanan yang efektif efisien dan dapat mengikuti
perkembangan, kearifan lokal serta trend terkini sehingga setiap saat mampu mendeteksi,
mencegah dan mengawasi produk Obat dan Makanan yang Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK)
dalam rangka melindungi keamanan, keselamatan dan kesehatan masyarakat serta
meningkatkan daya saing bangsa untuk Indonesia Maju.

Visi

Obat dan Makanan aman, bermutu, dan berdaya saing untuk mewujudkan Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian berlandaskan Gotong-Royong.

Misi

Misi

    BPOM melaksanakan Misi presiden dan Wakil Presiden nomor 1, 2, 7, 8 dan 9, dengan uraian sebagai berikut:
    1. Membangun SDM unggul terkait Obat dan Makanan dengan mengembangkan kemitraan bersama seluruh komponen bangsa, dalam rangka peningkatan kualitas manusia Indonesia.
    2. Memfasilitasi percepatan pengembangan dunia usaha Obat dan Makanan dengan keberpihakan terhadap UMKM, dalam rangka membangun struktur ekonomi yang produktif, dan berdaya saing untuk kemandirian bangsa.
    3. Meningkatkan efektivitas pengawasan Obat dan Makanan , serta penindakan kejahatan Obat dan Makanan melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam rangka Negara Kesatuan guna perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga.
    4. Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif, dan terpercaya untuk memberikan pelayanan publik yang prima di bidang Obat dan Makanan.

    '     '    '

    Budaya Organisasi

    Budaya organisasi merupakan nilai-nilai luhur yang harus diyakini, dihayati dan
    diamalkan oleh seluruh anggota organisasi dalam melaksanakan tugas. Nilai-nilai luhur yang
    hidup dan tumbuh kembang dalam organisasi menjadi semangat bagi seluruh anggota
    organisasi dalam berkarsa dan bekerja. Budaya organisasi Badan POM dikembangkan
    dengan nilai-nilai luhur sebagai berikut:

    1. Profesional
      Menegakkan profesionalisme dengan integritas, objektivitas, ketekunan dan komitmen
      yang tinggi.
    2.  Integritas
      Konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai
      luhur dan keyakinan.
    3. Kredibilitas
      Dapat dipercaya dan diakui oleh masyarakat luas, nasional dan internasional.
    4. Kerjasama Tim
      Mengutamakan keterbukaan, saling percaya dan komunikasi yang baik.
    5. Inovatif
      Mampu melakukan pembaruan dan inovasi-inovasi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi terkini.
    6. Responsif/Cepat Tanggap
      Antisipatif dan responsif dalam mengatasi masalah

    Sesuai peraturan BPOM Nomor 22 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja
    UPT di Lingkungan BPOM, tugas pokok dan fungsi UPT BPOM dalam hal ini BBPOM di
    Denpasar dan Loka POM di Kabupaten Buleleng adalah :

    • Tugas
      Melaksanakan kebijakan teknis operasional di bidang pengawasan Obat dan
      Makanan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
    • Fungsi
      1)Penyusunan rencana dan program di bidang pengawasan Obat dan Makanan;
      2) Pelaksanaan pemeriksaan sarana/fasilitas produksi Obat dan Makanan;
      3) Pelaksanaan pemeriksaan sarana/fasilitas distribusi Obat dan Makanan dan/atau
      sarana/fasilitas pelayanan kefarmasian;
      4) Pelaksanaan sertifikasi produk dan sarana/fasilitas produksi dan/atau distribusi
      Obat dan Makanan;
      5) Pelaksanaan pengambilan contoh (sampling) Obat dan Makanan;
      6) Pelaksanaan pengujian rutin Obat dan Makanan pada wilayah kerja masingmasing;
      7) Pelaksanaan pengujian Obat dan Makanan dalam rangka investigasi dan/atau
      penyidikan pada wilayah kerja masing-masing;
      8) Pelaksanaan intelijen dan penyidikan terhadap pelanggaran ketentuan peraturan
      perundangundangan di bidang pengawasan Obat dan Makanan pada wilayah kerja
      masing-masing;
      9) Pengelolaan komunikasi, informasi, edukasi, dan pengaduan masyarakat di bidang
      pengawasan Obat dan Makanan;
      10) Pelaksanaan koordinasi dan kerja sama di bidang pengawasan Obat dan Makanan;
      11) Pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pengawasan Obat dan
      Makanan;
      12) Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga

    Profil Organisasi

    Budaya organisasi merupakan nilai-nilai luhur yang harus diyakini, dihayati dan
    diamalkan oleh seluruh anggota organisasi dalam melaksanakan tugas. Nilai-nilai luhur yang
    hidup dan tumbuh kembang dalam organisasi menjadi semangat bagi seluruh anggota
    organisasi dalam berkarsa dan bekerja. Budaya organisasi Badan POM dikembangkan
    dengan nilai-nilai luhur sebagai berikut:

    1. Profesional
      Menegakkan profesionalisme dengan integritas, objektivitas, ketekunan dan komitmen
      yang tinggi.
    2.  Integritas
      Konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai
      luhur dan keyakinan.
    3. Kredibilitas
      Dapat dipercaya dan diakui oleh masyarakat luas, nasional dan internasional.
    4. Kerjasama Tim
      Mengutamakan keterbukaan, saling percaya dan komunikasi yang baik.
    5. Inovatif
      Mampu melakukan pembaruan dan inovasi-inovasi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi terkini.
    6. Responsif/Cepat Tanggap
      Antisipatif dan responsif dalam mengatasi masalah

    Struktur Organisasi

    Profil Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt.

    Resmi menjabat sebagai Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Denpasar pada 3 Juli 2023.
    Selama perjalanan karirnya, beliau pernah menjabat diantaranya;

    1. Kepala Sub Seksi Pengujian Makanan Minuman Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan Denpasar sejak 25 September 1998 sampai 26 Juni 2002
    2. Kepala Bidang Pengujian Pangan dan Bahan Berbahaya Balai Besar POM di Denpasar sejak 27 Juni 2002 sampai 24 Juli 2007
    3. Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan Balai Besar POM di Denpasar sejak 25 Juli 2007 sampai 19 Desember 2012
    4. Kepala Balai POM di Batam sejak 20 Desember 2012 sampai 21 Desember 2014
    5. Kepala Balai Besar POM di Yogyakarta sejak 22 Desember 2014 sampai 12 Februari 2018
    6. Kepala Balai Besar POM di Denpasar sejak 13 Februari 2018 sampai 12 Februari 2020
    7. Kepala Balai Besar POM di Semarang sejak 13 Februari 2020 sampai 11 April 2021
    8. Kepala Balai Besar POM di Mataram sejak 12 April 2021 sampai 2 Juli 2023
    9. Kepala Balai Besar POM di Denpasar sejak 3 Juli 2023 sampai saat ini

    Beliau menyelesaikan pendidikan farmasi di Universitas Airlangga di tahun 1989
    dan mendapatkan gelar Apoteker pada tahun 1990.

    Beliau juga mendapatkan Penghargaan Individu :

    1. Pelopor Perubahan Pembangunan ZI menuju WBK Di Lingkungan BPOM tahun 2020 dari Menteri PANRB
    2. Pelopor Perubahan Pembangunan ZI menuju WBK Di Lingkungan BPOM tahun 2019 dari Menteri PANRB
    3. Relawan da Penanganan/Pencegahan COVID-19 Di Laboratorium BBPOM Di Semarang dari Kepala Badan POM
    4. Satya Lencana XXX Tahun dari Presiden RI
    Sarana