Layanan

Ni Wayan Ayu Sukani, S.Si.

Layanan Informasi dan Pengaduan

  • Senin - Jumat
  • 08.00 - 16.00

Made Yanthi Trisnawati, ST

Layanan Pengujian

  • Senin - Jumat
  • 08.00 - 16.00

Ni Luh Sri Dini Hayati, S.Si

Layanan Pengujian

  • Senin - Jumat
  • 08.00 - 16.00

Leny Suma Dina Kisworo, STP

Layanan Informasi dan Pengaduan

  • Senin - Jumat
  • 08.00 - 16.00

Vita Fitria Ramadhani, S.Farm., Apt.

Layanan Informasi dan Pengaduan

  • Senin - Jumat
  • 08.00 - 16.00

Luh Gede Ratna Dewi Indrayati, S.Si., Apt.

Layanan SKI dan SKE

  • Senin - Jumat
  • 08.00 - 16.00

Ni Komang Suartini, S.Si.

Layanan SKI dan SKE

  • Senin - Jumat
  • 08.00 - 16.00

Ni Nyoman Ayu Widia Gayatri, S.Farm., Apt

Layanan SKI dan SKE

  • Senin - Jumat
  • 08.00 - 16.00

Ni Luh Gde Widiastuti, S.F., Apt., M.Sc.Hons

Layanan Pengujian

  • Senin - Jumat
  • 08.00 - 16.00

Sholihul Khoiri, S. Far., Apt., M.Sc.

Layanan Pengujian

  • Senin - Jumat
  • 08.00 - 16.00

Ida Ayu Sekarwathi, S.Si., Apt., M.Si.

Layanan Pengujian

  • Senin - Jumat
  • 08.00 - 16.00

Ni Luh Kasih Ariani, S.F., Apt. M.Si.

Layanan Pengujian

  • Senin - Jumat
  • 08.00 - 16.00

Putu Riana Suastari R., S. Farm., Apt., M. Si.

Layanan Pengujian

  • Senin - Jumat
  • 08.00 - 16.00

Ayu Rai Rachmasari, S.F. Apt.

Layanan Pengujian

  • Senin - Jumat
  • 08.00 - 16.00

Putu Wahyu Diantari, S. Farm., Apt.

Layanan Pengujian

  • Senin - Jumat
  • 08.00 - 16.00

Rohmat Triyadi, S.Si., M.P.

Layanan Informasi dan Pengaduan

  • Senin - Jumat
  • 08.00 - 16.00

Elisabet Kurniawati.S.Si.Apt.

Layanan Pengujian

  • Senin - Jumat
  • 08.00 - 16.00

Ni G.A. Putu Ernimulyawati., S. Farm., Apt

Layanan Pengujian

  • Senin - Jumat
  • 08.00 - 16.00

Claudina R Simanjutak, A.Md.

Layanan Pengujian

  • Senin - Jumat
  • 08.00 - 16.00

Luh Gede Triwidiani, A.Md.

Layanan Pengujian

  • Senin - Jumat
  • 08.00 - 16.00

Ni Nyoman Rieta Harum, A.Md

Layanan Informasi dan Pengaduan

  • Senin - Jumat
  • 08.00 - 16.00

  1. Q : Kategori dari produk apa yang dapat didaftarkan melalui website ASROT ini?
    A :
    a. Obat tradisional (jamu, obat herbal terstandar, fitofarmaka, obat tradisional impor)
    Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.
    b. Suplemen kesehatan
    Suplemen kesehatan adalah produk yang dimaksudkan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi; 
    memelihara, meningkatkan dan/atau memperbaiki fungsi kesehatan; mempunyai nilai gizi 
    dan/atau efek fisiologis; mengandung satu atau lebih bahan berupa vitamin, mineral, asam 
    amino dan/atau bahan lain bukan tumbuhan yang dapat dikombinasi dengan tumbuhan.
    c. Obat kuasi
    Obat kuasi adalah sediaan yang mengandung bahan aktif dengan efek farmakologi untuk mengatasi keluhan ringan.
  2. Q : Dimanakah Regulasi yang dapat diakses pendaftar terkait registrasi obat tradisional dan suplemen kesehatan?
    A: Regulasi terkait registrasi obat tradisional dan suplemen kesehatan dapat diakses melalui web secara online pada http://jdih.pom.go.id/
  3. Q : Apa saja yang tergolong sebagai Obat kuasi? Serta bagaimana untuk tahap registrasinya?
    A: Obat kuasi merupakan jenis sediaan yang dapat terkandung bahan aktif didalamnya yang memiliki efek farmakologi dalam mengatasi keluhan ringan. Untuk tahap registrasi obat kuasi sendiri sama dengan registrasi pada obat tradisional dan suplemen kesehatan.
  4. Q : Apa saja yang tergolong sebagai produk obat tradisional low risk?
    A: Obat tradisional low risk merupakan jenis obat tradisional yang memiliki komposisi sederhana yang hanya mengandung simplisia yang dapat dikenal secara empiris dan adanya klaim penggunaan tradisional, yang mana dengan tingkat pembuktian umum, dalam bentuk sedian sederhana minyak obat luar, parem, tapel, pilis, rempah mandi, serbuk luar, salep, ratus, serbuk obat dalam, cairan obat dalam, yang mana syaratnya bahwa profil keamanan dan kemanfaatannya telah diketahui pasti. Selanjutnya merupakan daftar tanaman yang tergolong ke dalam bahan low risk ialah sebagai berikut: 
    http://asrot.pom.go.id/index.php/home/depan/informasi/85
  5. Q : Apa yang membedakan jenis dari Jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan Fitofarmaka?
    A: Perbedaan dari masing-masingnya yakni Jika pada Jamu, Keamanan dan Kemanfaatannya 
    dibuktikan secara empiris. Untuk OHT, keamanan dan kemanfaatannya dapat dibuktikan secara ilmiah dengan menggunakan uji pra klinik. Serta untuk Jenis Fitofarmaka, keamanan dan kemanfaatannya dapat dibuktikan secara uji klinik.
  6. Q : Dapatkah pendaftar untuk menanyakan tentang kategori produknya, apakah termasuk kedalam kategori obat tradisional, sumplemen makanan, atau obat kuasi?
    A: Pendaftar dapat bertanya dan berkonsultasi mengenai hal tersebut melalui surat atau loket 
    konsultasi.
  7. Q : Siapa saja golongan pelaku usaha yang dapat mendaftarkan produk obat tradisional, suplemen kesehatan, dan obat kuasi?
    A:
  8. Q : Apakah terdapat cara penggunaan ASTROT untuk kepentingan registrasi produk?
    A: Terdapat cara dalam menggunakan ASTROT yang dapat dilihat dan dipelajari dengan detail dalam user manual ASTROT yang dapat diakses pada link berikut:  https://asrot.pom.go.id/asrot/index.php/home/depan/usermanual
  9. Q : Tahap apa saja yang digunakan dalam melakukan registrasi produk obat tradisional, 
    suplemen kesehatan, dan obat kuasi?
    A: Terdapat 2 tahap utama dalam melakukan proses registrasi, yaitu :
    1. Registrasi akun perusahaan
    2. Registrasi produk, yang terdiri dari 2 tahap :
    a. Tahap pra registrasi
     Tahap pra registrasi dilakukan secara paperless dengan menginput data produk dan formula serta mengunggah data administrasi terkait
    b. Tahap registrasi
     Jika hasil pra registrasi adalah “disetujui”, selanjutnya pendaftar melakukan tahap registrasi dengan menginput data dan menyerahkan dokumen registrasi berupa data administrasi dan data teknis
  10. Q : Apa saja dokumen yang perlu disiapkan dalam registrasi akun perusahaan?
    A:
    a. Lokal
    1. Nomor Induk Berusaha (NIB)
    2. Sertifikat CPOB / CPOTB / CPPOB / sertifikat CPOTB bertahap
    3. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
    4. Akte notaris
    5. Surat kuasa bermaterai sebagai penanggung jawab akun perusahaan
    b. Importir
    1. NIB
    2. Rekomendasi hasil audit sarana distribusi dari Direktorat Pengawasan Obat Tradisional dan 
    Suplemen Kesehatan atau Balai Besar/ Balai POM setempat
    3. Sertifikat Good Manufacturing Practice (GMP) dari produsen di luar negeri
    4. Akte notaris
    5. Surat kuasa bermaterai sebagai penanggung jawab akun perusahaan
  11. Q : Apakah terdapat regulasi yang mengatur registrasi untuk produk probiotik?
    A: Terdapat regulasi mengenai registrasi produk probiotik yang dapat mengacu pada Lampiran 
    XII Peraturan Kepala Badan POM No. 13 Tahun 2016 tentang Pengawasan Klaim Pada Label dan 
    Iklan Pangan Olahan.
  12. Q : Sebutkan kode KBLI apa saja yang termasuk dalam produk Obat Tradiosional, Suplemen Kesehatan, dan Obat Kuasi?
    A:
    21012 Industri Produk Farmasi Untuk Manusia (Suplemen Kesehatan & Kuasi).
    21022 Industri Produk Obat Tradisional Untuk Manusia (Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan & Kuasi).
    11040 Industri Minuman Ringan (Suplemen Kesehatan).
    11090 Industri Minuman Lainnya (Suplemen Kesehatan).
    46441 Pedagang Besar Obat Farmasi Untuk Manusia (Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan & Kuasi).
    46442 Perdagangan Besar Obat Tradisional Untuk Manusia (Obat Tradisional, Suplemen 
    Kesehatan & Kuasi).
    46334 Perdagangan Besar Minuman Non Alkohol Bukan Susu (Suplemen Kesehatan).
    46339 Perdagangan Besar Makanan dan Minuman Lainnya (Suplemen Kesehatan).
    47999 Perdagangan Eceran Bukan di Toko, Kios, Kaki Lima dan Los Pasar Lainnya YTDL (Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan & Kuasi).
  13. Q : Apakah boleh jika hanya memiliki GMP Food pada produk suplemen kesehatan?
    A: Boleh, tetapi terdapat syarat dengan melampirkan SMF (Site Master File) dalam evaluasi lebih lanjut
  14. Q : Apakah terdapat persyaratan mutu yang diharuskan dalam produk obat tradisional dan suplemen kesehatan?
    A: Terdapat persyaratan mutu lengkap yang harus dipenuhi produk obat tradisional dan suplemen kesehatan yang terdapat dalam Peraturan Kepala Badan POM No. 12 Tahun 2014 tentang Persyaratan Mutu Obat Tradisional.
  15. Q : Hal apa saja yang dilarang dalam produksi obat tradisional dan suplemen kesehatan?
    A: Terdapat beberapa larangan dalam produksi obat tradisional dan suplemen kesehatan yakni sebagai berikut:
    a. Obat tradisional dilarang dalam bentuk sediaan intravaginal, tetes mata, parenteral, supositoria (kecuali digunakan untuk obat tradisional wasir).
    b. Obat tradisional dan suplemen kesehatan dilarang mengandung :
    1. Bahan kimia isolasi atau sintetik berkhasiat obat, untuk obat tradisional
    2. Narkotika, psikotropika, bahan obat
    3. Hewan atau tumbuhan yang dilindungi
    4. Alkohol lebih dari 1 % untuk bentuk sediaan cairan obat dalam
    5. Bahan-bahan yang dilarang yang terdapat dalam Lampiran 14 PerKBPOM No. HK.00.05.41.1384 tentang : Kriteria dan Tata Laksana Pendaftaran Obat Tradisional, Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka
    6. Bahan melebihi batas maksimum pada Lampiran I Keputusan Kepala BPOM No HK.00.05.23.3644 tentang Ketentuan Pokok Pengawasan Suplemen Makanan
    7. Bahan-bahan terlarang lainnya yang terdapat dalam:
    • Lampiran Keputusan Kepala BPOM No HK.00.05.23.3644 tentang Ketentuan Pokok 
    Pengawasan Suplemen Makanan
    • PerKBPOM No 9 tahun 2017 tentang Larangan Memproduksi dan Mengedarkan Obat 
    Tradisional yang Mengandung Cassia Senna L. dan Rheum Officinale Dengan Klaim Untuk 
    Menurunkan Lemak Tubuh atau Menurunkan Berat Badan
    • PerKBPOM No 10 tahun 2014 tentang Larangan Memproduksi dan Mengedarkan Obat 
    Tradisional dan Suplemen Kesehatan yang Mengandung Tumbuhan Coptis Sp, Berberis Sp, 
    Mahonia Sp, Chelidonium Majus, Phellodendron Sp, Arcangelica Flava, Tinosporae Radix, dan 
    Cataranthus Roseus.
    • PerKBPOM No. HK. 03.1.23.05.12.3428 tahun 2012 tentang Larangan Memproduksi dan 
    Mengedarkan Obat Tradisional dan Suplemen Makanan yang Mengandung Tumbuhan 
    Pausinystalia Yohimbe
    • PerKBPOM Nomor HK. 00.05.42.6575 Tahun 2007 tentang Larangan Penggunaan Benzil 
    Piperazin dalam Suplemen Makanan
    • PerKBPOM Nomor : HK. 00.05.41.2803 Tahun 2005 tentang Larangan Obat Tradisional yang 
    Mengandung Cinchonae Cortex atau Artemisiae Folium
    • Keputusan Kepala Bpom No. Hk.00.05.4.02647 Tahun 2002 tentang Larangan Peredaran 
    Obat Tradisional dan Suplemen Makanan yang Mengandung Tanaman Kava-Kava
  16. Q : Apakah terdapat regulasi dan ketentuan yang mengatur terkait radiasi pada obat tradisional dan suplemen kesehatan?
    A: Regulasi dan ketentuan yang mengatur terkait radiasi mengacu ke Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2013 tentang Pengawasan Pangan Iradiasi.
  17. Q : Apa ketentuan untuk uji stabilitas?
    A: Ketentuan uji stabilitas dapat berdasarkan dari ASEAN Guidelines on Stability Study and Shelf of Life of Traditional Medicines and Health Supplements, dengan ketentuan sebagai berikut:
    a. Uji stabilitas real time (jangka panjang) pada suhu 30?C±2, RH 75±5% , diuji pada bulan ke- 0, 3, 6, 9, 12, 18, 24 bulan, selanjutnya tiap tahun sampai shelf life yang diajukan
    b. Uji stabilitas dipercepat pada suhu 40?C±2, RH 75±5% , diuji pada bulan ke- 0, 3, 6 bulan
    c. Uji stabilitas yang dilakukan paling sedikit pada skala pilot sebanyak 2 bets
    d. Sertakan surat komitmen stabilitas jika diperlukan
  18. Q : Sedian dalam bentuk apa saja pada produk obat tradisional, yang boleh dalam bentuk simplisia/bukan esktrak?
    A: Bentuk sedian yang boleh dalam bentuk simplisia/buka ekstrak meliputi pil, the, parem, pilis, tapel, koyo/pleseter, dodol/jenang, dan pastilles.
  19. Q : Dapatkah mentol dikombinasikan dengan bahan herbal untuk produk obat tradisional?
    A: Menthol dapat digunakan sebagai bahan tambahan untuk produk obat tradisional dengan 
    syarat jumlah penggunaan oral maksimal 14 mg/hari.
  20. Q : Dapatkah kopi digunakan sebagai bahan tambahan yang dikombinasikan dengan bahan herbal sebagai produk obat tradisional?
    A: Kopi dapat digunakan sebagai flavor/ perasa (bahan tambahan) dengan syarat jumlah yang lebih kecil daripada bahan aktif dalam suatu produk. Dengan kadar kafein maksimal 150 mg/hari atau 50 mg/sajian 
  21. Q : Apa saja bahan yang harus dicantumkan dalam kemasan pada produk obat tradisional dan sumplemen kesehatan?
    A:
    a. Bahan aktif harus dicantumkan secara kuantitatif
    b. Bahan tambahan harus dicantumkan, boleh secara kualitatif maupun kuantitatif (bahan tambahan yang dimaksud disini sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan No.12 Tahun 2014 tentang Persyaratan Mutu Obat Tradisional)

        1. Q: Apa yang dimaksud dengan kosmetik?
          A: Kosmetika merujuk pada substansi atau produk yang dimaksudkan untuk diterapkan pada permukaan tubuh manusia seperti kulit, rambut, kuku, bibir, area genital eksternal, gigi, dan selaput lendir mulut, dengan tujuan utama membersihkan, menyegarkan, memperindah penampilan, serta melindungi atau menjaga kesehatan tubuh dalam keadaan baik. 
        2. Q: Apakah kosmetik harus didaftarkan?
          A: Sebelum kosmetika dapat diedarkan, setiap produk harus memperoleh izin edar dari Menteri. Izin edar ini diberikan dalam bentuk notifikasi, yang dilakukan sebelum produk kosmetika tersebut beredar. Notifikasi ini dilakukan oleh pemohon notifikasi kepada Kepala Badan POM melalui Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik.
        3. Q: Apakah ada kosmetik yang boleh diedarkan tanpa didaftarkan terlebih dahulu?
          A: Ada, yaitu kosmetika yang digunakan untuk tujuan penelitian serta sampel kosmetika untuk pameran dalam jumlah terbatas, yang tidak diperjualbelikan, dikecualikan dari persyaratan notifikasi.
        4. Q: Dimana mendaftarkan izin edar kosmetik?
          A: Pendaftaran izin edar untuk kosmetika dilakukan melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan menggunakan aplikasi Notifkos Online yang tersedia di situs web resminya notifkos.pom.go.id
        5. Q: Bagaimana cara mendapatkan izin edar?
          A: Dengan mengakses aplikasi Notifkos Online dan membuat akun Pemohon Notifikasi, langkah selanjutnya adalah mendaftarkan produk kosmetika melalui akun yang telah dibuat tersebut.
        6. Q: Berapa lama proses verifikasi produk kosmetika di BPOM?
          A: Produk kosmetika akan diverifikasi dalam waktu 14 (empat belas) hari kerja setelah pendaftarannya, kecuali untuk produk parfum yang akan diverifikasi dalam waktu 3 (tiga) hari kerja
        7. Q: Berapa lama masa berlaku nomor notifikasi kosmetika?
          A: Nomor notifikasi kosmetika berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun.
        8. Q: Siapa saja yang dapat mendaftarkan kosmetika?
          A: Yang dapat mendaftarkan kosmetika adalah pemohon notifikasi berupa:
          a. Industri kosmetika yang beroperasi di wilayah Indonesia, sesuai dengan peraturan perundang-undangan; 
          b. Individu atau perusahaan yang terlibat dalam industri kosmetika dan menjalankan kontrak produksi dengan industri kosmetika di wilayah Indonesia, sesuai dengan peraturan perundang-undangan; atau 
          c. Importir kosmetika yang berkecimpung dalam industri kosmetika, sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
        9. Q: Apakah produk kosmetik yang telah ternotifikasi dapat dinotifikasi kembali oleh perusahaan lain?
          A: Tidak bisa, satu nama produk kosmetik hanya dapat dinotifikasi oleh 1 perusahaan.
        10. Q: Apakah bisa merek yang sama dapat dinotifikasi oleh lebih dari 1 perusahaan?
          A: Bisa, dapat dilakukan dengan menyediakan Surat Perjanjian Lisensi Merek untuk produk lokal atau kontrak, atau dengan Letter of Authorization (LoA) yang mencantumkan pembagian nama produk untuk produk impor.
        11. Q: Berapa biaya pendaftaran produk kosmetik?
          A: Dalam hal produk diproduksi di negara ASEAN, biaya yang dikenakan adalah Rp 500.000,00 per item, sementara untuk produk yang diproduksi di luar negara ASEAN, biaya yang dikenakan adalah Rp 1.500.000,00 per item sesuai PP No. 32 tahun 2017 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis PNBP yang Berlaku pada BPOM. Yang dimaksud dengan item adalah produk yang berbeda, contoh : seri Lipstik dengan beberapa varian warna, maka pembayaran dilakukan untuk setiap varian warna.
        12. Q: Satu produk memiliki beberapa netto, apakah biaya pendaftarannya per netto 
          kemasan?
          A: Tidak. Sesuai PP No. 32 tahun 2017 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis PNBP yang Berlaku pada BPOM, pembayaran cukup untuk 1 produk walaupun terdiri dari beberapa netto.
        13. Q: Apakah yang bisa saya dapat dari aplikasi Notifkos?
          A: Keterangan mengenai izin edar kosmetik dan bagaimana cara mendapatkannya. Pada 
          aplikasi Notifkos telah disediakan menu: 
          a. Beranda berisi Pengumuman dan Info Kontak 
          b. Daftar Produk berisi data produk ternotifikasi, batal, dan kit 
          c. Profil Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik termasuk struktur organisasi 
          d. Berita terkini 
          e. Informasi yang berisi pelayanan, peraturan, prosedur dan surat edaran 
          f. Login meliputi registrasi, masuk dan lupa password.
        14. Q: Apakah yang harus dilakukan jika masa berlaku nomor notifikasi akan habis, 
          sedangkan produk masih beredar di pasaran?
          A: Perusahaan dapat mengajukan pembaharuan notifikasi.
        15. Q: Kapan dilakukan pengajuan pembaharuan notifikasi?
          A: Pembaharuan notifikasi harus diajukan paling lambat 30 hari sebelum masa berlaku nomor notifikasi berakhir, menggunakan fitur Pembaharuan Notifikasi dengan nomor notifikasi yang sama. Jika kurang dari 30 hari sebelum masa berlaku nomor notifikasi berakhir, pembaharuan notifikasi tidak dapat dilakukan. Dalam hal tersebut, perusahaan dapat mengajukan pendaftaran baru dengan nomor notifikasi yang berubah. Biaya 
          pembaharuan notifikasi sama dengan biaya pendaftaran produk baru.
        16. Q: Apakah persyaratan dalam mengajukan pembaharuan notifikasi?
          A: Persyaratan dalam pengajuan pembaharuan notifikasi adalah: 
          1. Tidak terdapat perubahan data produk, dan 
          2. Formula tetap memenuhi aspek keamanan serta sesuai dengan peraturan yang berlaku.
        17. Q: Bagaimana jika terjadi perubahan nama perusahaan atau alamat perusahaan pada data head account?
          A: Selama tidak ada perubahan dalam hak untuk mengedarkan produk atau status kepemilikan, pemohon notifikasi diizinkan untuk melakukan perubahan atau variasi nama perusahaan serta variasi alamat perusahaan. Variasi alamat perusahaan juga dapat dilakukan jika ada perubahan lokasi perusahaan.
        18. Q: Bagaimana jika terjadi perubahan nama pabrik atau alamat pabrik (misalnya kode pos, nama gedung, nama jalan) pada data sub perusahaan?
          A: Pemohon notifikasi diperbolehkan melakukan Perubahan/Variasi Pabrik selama tidak ada perubahan dalam hak untuk mengedarkan produk atau status kepemilikan. Namun, Variasi alamat pabrik tidak dapat dilakukan jika terjadi perubahan lokasi pabrik. Untuk mendukung perubahan penulisan alamat pabrik, perusahaan dapat menyediakan data pendukung berupa surat penjelasan dari pabrik atau lembaga terkait yang mengkonfirmasi perubahan tersebut.
        19. Q: Bagaimana jika terjadi perubahan ukuran dan bentuk kemasan pada produk kosmetik yang telah ternotifikasi?
          A: Pemohon notifikasi dapat melakukan Perubahan Variasi ukuran dan bentuk kemasan di login sub account. Variasi kemasan tidak mengubah nomor notifikasi dan masa berlaku.
        20. Q: Bagaimana jika terjadi perubahan nama produk pada kosmetika yang telah 
          ternotifikasi?
          A: Jika terjadi perubahan nama produk pada kosmetika yang telah ternotifikasi, maka perusahaan diharuskan untuk melakukan pengajuan ulang (pendaftaran produk baru) untuk produk tersebut. Sebagai hasilnya, nomor notifikasi baru akan dikeluarkan yang berbeda dengan nomor notifikasi sebelumnya.
        21. Q: Bagaimana ketentuan jika beberapa produk kosmetika yang telah ternotifikasi akan digabungkan dan dijual dalam satu kemasan?
          A: Jika beberapa produk kosmetika yang telah ditetapkan notifikasinya akan digabungkan dan dijual dalam satu kemasan dengan nama produk kit, maka perusahaan dapat mengajukan pendaftaran produk KIT atau kombinasi melalui akun head account.
        22. Q: Apa yang dimaksud dengan 2D Barcode?
          A: 2D Barcode adalah representasi grafis dari data digital dalam format dua dimensi yang memiliki kapasitas dekoding tinggi, dapat dibaca oleh alat optik, dan digunakan untuk identifikasi, penjejakan, dan pelacakan produk. Aplikasi Track and Trace Badan POMadalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk menghasilkan 2D Barcode dan/atau mencatat setiap perpindahan produk, sehingga informasi terkait produk dan lokasinya dapat diperoleh, baik lokasi terkini maupun riwayat pergerakan produk unik tersebut. QR Code, atau kode Quick Response, merupakan contoh dari 2D Barcode, yang terdiri dari tiga pola persegi di sudut kiri bawah, sudut kiri atas, dan sudut kanan atas, serta memiliki modul hitam (persegi titik/piksel), dan mampu menyimpan data dalam bentuk alfanumerik, karakter, dan simbol. 2D Barcode, dalam bentuk QR Code sesuai metode identifikasi yang tercantum dalam Izin Edar, diterbitkan secara elektronik oleh Badan POM.
        23. Q: Bagaimana penerapan 2D Barcode pada produk kosmetik?
          A: Penerapan 2D barcode diatur dalam Peraturan BPOM No. 33 Tahun 2018 tentang Penerapan 2D Barcode dalam Pengawasan Obat dan Makanan. Peraturan ini diundangkan pada tanggal 5 Desember 2018. Pelaku Usaha Kosmetika pemilik Izin Edar wajib mencantumkan 2D Barcode pada kemasan. Ketentuan pencantumannya dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai penandaan Kosmetika. Pemilik Izin Edar wajib menerapkan 2D Barcode berupa Identifikasi paling lambat 6 (enam) bulan terhitung sejak penerbitan Izin Edar secara elektronik setelah Peraturan Badan ini diundangkan. Pelaku Usaha pemilik Izin Edar untuk 
          kosmetika yang telah beredar wajib menerapkan 2D Barcode berupa Identifikasi paling lambat 5 (lima) tahun terhitung sejak Peraturan Badan ini diundangkan.
        24. Q: Apa nama aplikasi yang digunakan untuk memindai 2D Barcode?
          A: Pemindaian 2D Barcode dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi BPOM Mobile. Aplikasi BPOM Mobile paling sedikit memuat informasi sebagai berikut: 
          a. nama produk; 
          b. nomor Izin Edar; 
          c. masa berlaku nomor Izin Edar; 
          d. nama dan alamat Pelaku Usaha; dan 
          e. kemasan.
        25. Q: Bagaimana jika perusahaan belum melakukan impor/produksi 6 bulan setelah nomor notifikasi diterbitkan?
          A: Nomor notifikasi akan dibatalkan jika perusahaan tidak melakukan produksi, impor, atau distribusi produk selama periode 6 bulan setelah nomor notifikasi diterbitkan.
        26. Q: Bagaimana prosedur pengajuan pembatalan nomor notifikasi produk?
          A: Perusahaan pemegang izin edar memiliki hak untuk mengajukan pembatalan nomor notifikasi produk kosmetika dengan mengirimkan surat permohonan pembatalan yang berisi data nama produk, nomor notifikasi, dan alasan pembatalan. Surat permohonan tersebut harus ditujukan kepada Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, serta ditandatangani oleh pimpinan perusahaan. Surat 
          permohonan tersebut diatas harus disertai dengan data nama produk, nomor notifikasi dan alasan pembatalan.
Sarana