Kasus khusus keamanan pangan dalam beberapa tahun terakhir semakin meluas dan beraneragam penyebab. Masalah yang berkaitan dengan pangan tidak hanya terjadi pada wilayah tertentu, namun dapat menyebar melewati batas negara melalui produk pangan yang diperdagangkan. Kasus khusus keamanan pangan dapat berupa emerging issues, penolakan ekspor pangan, produk impor pangan yang tidak memenuhi syarat, KLB keracunan pangan, dan kasus lainnya baik berasal dari dalam dan luar negeri. Hal ini membutuhkan suatu sistem yang dapat memfasilitasi pertukaran informasi secara cepat antar otoritas keamanan pangan baik ditingkat regional maupun internasional. Sistem Kewaspadaan Dini Pangan dan Pakan atau Rapid Alert System for Food dan Feed (RASFF) dicetuskan sebagai suatu tool komunikasi cepat antar otoritas keamanan pangan dalam menangani isu keamanan pangan yang terjadi.
Berdasarkan hal ini, pada tanggal 24 dan 25 Mei 2016, Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan Badan POM RI, melaksanakan kegiatan Jejaring Keamanan Pangan Daerah (JKPD) dalam rangka sosialisasi program Pusat Kewaspadaan, pembentukan Local Competent Contact Point (LCCP) Indonesia Rapid Alert System for Food and Feed (INRASF), dan peningkatan koordinasi penanggulangan KLB keracunan pangan, bertempat di Aula Balai Besar POM di Denpasar. Acara dihadiri oleh Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan, Drs. Halim Nababan, MM sebagai narasumber. Workshop advokasi ini dibuka secara resmi oleh Kepala BBPOM di Denpasar, Dra. Endang Widowati, Apt. Dalam sambutannya ibu Endang mengharapkan dengan terbentuknya Jejaring Keamanan Pangan Nasional ini dapat mempercepat komunikasi antar otoritas keamanan pangan, dan kondisi ini sangat penting untuk meningkatkan keamanan pangan masyarakat, terutama terkait pangan-pangan import. Dalam kesempatan yang sama Kepala Bappeda Provinsi Bali, Ir. I Putu Astawa, M.MA juga memberikan arahan supaya segenap lintas sektor terkait dapat meningkatkan perlindungan konsumen dari produk pangan yang tidak memenuhi syarat. Acara ini dihadiri oleh 40 peserta dari Dinas Perikanan, Peternakan dan Kelautan, Kota/Kabupaten se Bali, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali, Direktur Rumah Sakit se-Bali, Kepala Laboratorium Kesehatan dan inspektur pangan BBPOM di Denpasar.
BBPOM di Denpasar