What is the Leadership??, demikianlah pertanyaan yang terlontar oleh narasumber Arief Rahman dari Tim ESQ, sebagai kalimat pertama yang mengawali suasana Workshop Leadership From Heart bagi para pemimpin di lingkungan BBPOM di Denpasar yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 30 Desember 2013. Acara Workshop dihadiri oleh Kepala BBPOM di Denpasar, Ibu Dra. Endang Widowati, Apt., diikuti oleh pejabat struktural dan beberapa pegawai.
Menjadi seorang Leader / pemimpin bukanlah sesuatu yang mudah, karena pemimpin adalah individu yang harus dan mampu mempengaruhi anggota kelompok atau organisasi guna mendorong kelompok atau organisasi tersebut mencapai tujuannya. Seperti layaknya Badan POM dalam mewujudkan Visi dan Misinya yaitu Melindungi Masyarakat dari Obat dan Makanan yang Berisiko terhadap Kesehatan, sangat membutuhkan seorang pemimpin yang mampu mengarahkan mencapai Visi ini.
Pelatihan kepemimpinan bukan semata-mata kegiatan seremoni yang secara formalitas perlu ditekuni seorang calon pemimpin, namun yang paling penting adalah mengambil intisari pembelajaran dari konten materi yang disampaikan untuk kemudian diimplementasikan pada saat berada pada posisi pimpinan. Do the Right Things and Do The Things Right adalah sepenggal kalimat yang sederhana tetapi sangat bermakna. Menurut Arief Rahman, lima kekuatan leadership yaitu ; 1) Visi dan Misi yang jelas, 2) Karakter yang unggul, 3) Pengendalian, 4) Sinergi, strategic collaboration, 5) mampu mengeksekusi. Ini merupakan dasar dari ESQ Leadership atau Leadhership From Heart.
Selama berlangsungnya Workshop yang diisi juga dengan keterlibatan para peserta dalam simulasi-simulasi yang sangat mendidik dan memberikan gambaran tentang kondisi nyata bagaimana seorang pemimpin dalam suatu organisasi. Suasana gelak tawa, antusiasme, sampai pada suasana haru yang menimbulkan empaty peserta, semua terangkum menjadi satu kesatuan untuk berusaha memahami arti dari sebuah Leadership From Heart. Harapan dari semua peserta adalah dapat menjadikan pelatihan ini sebagai momentum untuk memberikan transformasi diri supaya dapat menjadi pemimpin yang mampu mengarahkan Badan POM RI dalam mewujudkan Visi dan Misinya, khususnya BBPOM di Denpasar dalam mewujudkan impian untuk menjadikan Bali sebagai sebuah Pulau yang Bebas Bahan Berbahaya pada produk makanan semoga bisa tercapai sampai 2 tahun kedepan, demikian yang disampaikan dengan penuh semangat dan keharuan oleh Ibu Endang Widowati pada saat menutup acara Workshop.
Balai Besar POM di Denpasar