Tutup Tahun Dengan Tindak Lanjut KLB

30-12-2014 Denpasar Dilihat 2748 kali

Keracunan makanan adalah penyakit yang dihasilkan akibat dari penggunaan makanan yang tercemar oleh bakteri patogen, virus, atau parasit yang mencemari makanan, dan juga kimia atau racun alami dari  jamur ataupun  ikan

Kasus KLB  keracunaan makanan di Bali sampai di penghujung   tahun 2014 terdapat 10 kejadian , tempat kejadian terbanyak adalah di Kabupaten Buleleng (4 KLB/ 40 %) dengan penyebab dua  (2) KLB  keracunan  adalah karena memakan ikan buntek dan jamur liar, sedangkan dua lainnya disebabkan oleh nasi bungkus yang tercemar bakteri patogen a.l stafilokokus , APM koliform dan APM E Coli dengan kadar yang sangat tinggi  

Untuk menindaklanjuti masalah KLB keracunan makanan tersebut , Kepala Balai dengan kepala Bidang terkait melakukan koordinasi  ke Kabupaten Buleleng  dengan Ka  DinKes, Kabid Dewan Keamanan Pangan , Ketua PKK ( ibu Bupati) dan Direktur  Rumah Sakit Umum Buleleng . Rumah Sakit Umum Buleleng  merupakan tempat Kejadian Keracunan Makanan dengan korban terbanyak yaitu sebanyak 108 orang dengan rawat inap 2 orang, penyebabnya adalah makan nasi bungkus pada saat perayaan ulang tahun Rumah sakit tersebut .

Gejalanya keracunannya adalah  mual, muntah, perut kembung dan diare , setelah sampel nasi bungkus diuji dilaboratorium Balai Besar POM di Denpasar di dapatkan hasil mikrobiologi sbb : stafilokokus/g  1.7 x 105 , APM koliform /g 11000 APM  dan APM E Coli /g 150 APM

Untuk mencegah berulangnya  kejadian  KLB keracunan makanan di Kab Buleleng , Balai Besar POM di Denpasar, DinKes , Dewan Ketahanan Pangan dan PKK  Kab Buleleng  sepakat melakukan kolaborasi soaialisasi kepada masyarakat Buleleng terutama tentang hygiene sanitasi kepada pedagang makanan/ Catering/ Patus ( tukang masak tradisional) dan sosialisasi tentang bahayanya konsumsi  ikan buntek dan jamur liar. Semoga pada  tahun 2015 peningkatan kerjasama dengan stake holder bisa mencegah terjadinya KLB Keracunan Makanan.

BBPOM di Denpasar

Sarana