Keracunan makanan adalah penyakit yang dihasilkan akibat dari penggunaan makanan yang tercemar oleh bakteri patogen, virus, atau parasit yang mencemari makanan, dan juga kimia atau racun alami dari jamur ataupun ikan
Kasus KLB keracunaan makanan di Bali sampai di penghujung tahun 2014 terdapat 10 kejadian , tempat kejadian terbanyak adalah di Kabupaten Buleleng (4 KLB/ 40 %) dengan penyebab dua (2) KLB keracunan adalah karena memakan ikan buntek dan jamur liar, sedangkan dua lainnya disebabkan oleh nasi bungkus yang tercemar bakteri patogen a.l stafilokokus , APM koliform dan APM E Coli dengan kadar yang sangat tinggi
Untuk menindaklanjuti masalah KLB keracunan makanan tersebut , Kepala Balai dengan kepala Bidang terkait melakukan koordinasi ke Kabupaten Buleleng dengan Ka DinKes, Kabid Dewan Keamanan Pangan , Ketua PKK ( ibu Bupati) dan Direktur Rumah Sakit Umum Buleleng . Rumah Sakit Umum Buleleng merupakan tempat Kejadian Keracunan Makanan dengan korban terbanyak yaitu sebanyak 108 orang dengan rawat inap 2 orang, penyebabnya adalah makan nasi bungkus pada saat perayaan ulang tahun Rumah sakit tersebut .
Gejalanya keracunannya adalah mual, muntah, perut kembung dan diare , setelah sampel nasi bungkus diuji dilaboratorium Balai Besar POM di Denpasar di dapatkan hasil mikrobiologi sbb : stafilokokus/g 1.7 x 105 , APM koliform /g 11000 APM dan APM E Coli /g 150 APM
Untuk mencegah berulangnya kejadian KLB keracunan makanan di Kab Buleleng , Balai Besar POM di Denpasar, DinKes , Dewan Ketahanan Pangan dan PKK Kab Buleleng sepakat melakukan kolaborasi soaialisasi kepada masyarakat Buleleng terutama tentang hygiene sanitasi kepada pedagang makanan/ Catering/ Patus ( tukang masak tradisional) dan sosialisasi tentang bahayanya konsumsi ikan buntek dan jamur liar. Semoga pada tahun 2015 peningkatan kerjasama dengan stake holder bisa mencegah terjadinya KLB Keracunan Makanan.
BBPOM di Denpasar