Jalan Jeruk Kampung Kajanan Singaraja pada tanggal 9 Juni 2016, semakin sempit karena dipenuhi pedagang pangan siap saji yang hanya berjualan pada momem bulan Ramadhan saja. Pengunjung semakin berdesak-desakkan setelah BBPOM Di Denpasar bersama Lintas sektor terkait melakukan pengawasan dan pengambilan pangan takjil yang dijual di pasar Kaget Ramadhan tersebut. Sebanyak 24 sampel diuji di laboratorium keliling antara lain es ancruk, es cendol, ikan dan hasil olahannya, tahu goreng, lumpia, krupuk beras, lontong, kue basah. Hasil uji menunjukkan bahwa semua sampel tidak mengandung bahan berbahaya yang sering disalahgunakan pada pangan.
Pengawasan pangan takjil kali ini lebih istimewa karena selain melibatkan lintas sektor terkait, juga dihadiri Ibu Bupati dan Ibu Wakil Bupati Buleleng untuk melihat langsung pengawasan yang dilakukan BBPOM di Denpasar. Dalam wawancara dengan wartawan, Kepala Balai Besar POM di Denpasar Dra. Endang Widowati,Apt menyampaikan pengawasan pangan dilakukan secara rutin setiap tahun tetapi menjelang hari hari besar keagamaan pengawasan lebih diintensifkan lagi karena pada saat ini pangan yang beredar lebih banyak dari hari-hari biasa. Dengan bekerjasama antara Pemerintah Daerah dan BBPOM di Denpasar dalam pengawasan pangan diharapkan jumlah pangan yang mengandung bahan berbahaya bisa ditekan seminimal mungkin, baik melalui kegiatan mobil laboratorium keliling maupun Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) yang tahun 2016 ini dibina 3 desa yang ada di Kabupaten Buleleng yaitu Desa Penglatan, Desa Pemaron dan Kelurahan Banyuning.
BBPOM di Denpasar