Sosialisasi Terkait Aktivitas Surveilan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

30-11-2011 Denpasar Dilihat 3004 kali

_x000D_
Pada hari Selasa 29 November 2011, BBPOM di Denpasar mengadakan kegiatan Sosialisasi Terkait Aktivitas Surveilan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) kepada petugas di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu) se Kota Denpasar, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali menggunakan anggaran DIPA BBPOM di Denpasar tahun 2011. Acara dibuka oleh Plh. Ka BBPOM di Denpasar, Dra. Desak Ketut Andika Andayani, Apt. yang menyampaikan bahwa perlu dicermati munculnya kembali penyakit seperti polio, campak padahal Indonesia sudah lama bebas dari penyakit tersebut serta kasus-kasus yang timbul setelah imunisasi. _x000D_

_x000D_ Sosialisasi yang dilaksanakan secara panel dengan moderator Made Ery Bahari Hantana, S.Si., Apt. menampilkan 3 (tiga) Narasumber yaitu dr. Wayan Gustawan (RSUP Sanglah-FK Unud), dr. Bagus Ngurah Putu Arhana (Komda KIPI Bali- RSUP Sanglah-FK Unud) dan dr. Ketut Subrata (Dinas Kesehatan Prov. Bali), dengan materi :_x000D_

    _x000D_
  1. Child Immunization
  2. _x000D_
  3. Imunisasi dan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)
  4. _x000D_
  5. Kasus KIPI tahun 2011 di Provinsi Bali
  6. _x000D_
_x000D_

_x000D_ Disampaikan bahwa imunisasi adalah proses menghasilkan imunitas pada seseorang dengan cara pemberian bahan imunobiologik, sebagai upaya pencegahan kesehatan primer, yang bertujuan untuk melindungi seseorang terhadap penyakit tertentu (intermediate goal) sehingga akan menurunkan prevalensi penyakit (mengubah epidemiologi penyakit) dan akhirnya eradikasi penyakit (final goal). Upaya mencapai final goal imunisasi itu melalui : kajian epidemiologi, pemantauan perjalanan penyakit, cakupan imunisasi > 80%, perbaikan pengelolaan program serta perbaikan dan keamanan vaksin. _x000D_

_x000D_ Yang tak bisa dihindari adalah, semakin berhasilnya program imunisasi akan menyebabkan semakin meningkatnya kasus KIPI karena tidak ada vaksin yang benar-benar aman dan kesalahan dalam program imunisasi. Ini sangat sensitive, karena itu bila ada kasus harus disampaikan secara proforsional sehingga tidak menyesatkan dan menyebabkan masyarakat enggan imunisasi. _x000D_

_x000D_ Pada akhirnya, semua harus ikut berperan aktif sesuai peran masing-masing dalam program imunisasi ini serta segera melaporkan apabila ada kasus terkait KIPI. _x000D_

_x000D_

_x000D_

_x000D_

_x000D_ _x000D_
_x000D_

BBPOM di Denpasar

_x000D_

 

_x000D_
_x000D_ _x000D_
Sarana