Salah satu faktor keberhasilan dalam pelaksanaan Tupoksi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Denpasar adalah tidak terjadinya kecelakaan kerja yang dapat merugikan baik disebabkan oleh faktor bencana alam maupun faktor teknis operasional kegiatan. Untuk itu, pada tanggal 21 Desember 2012, telah terbentuk Tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Denpasar dan sebagai koordinator adalah I Ketut Suartana, PFM Penyelia Bidang Pengujian Pangan dan BB.
Wujud pelaksanaan tugas dari Tim K3 pada tahun anggaran 2013 adalah menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penanggulangan Bencana Alam dan K3 di Lingkungan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Denpasar.Pada hari Jumat tanggal 19 Juli 2013 kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan 3 (tiga) orang narasumber yaitu 2 (dua) orang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar dan 1 (satu) orang dari UPTD Balai Hyperkes & KK Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Bali. Sebagai peserta kegiatan adalah seluruh karyawan/ karyawati Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Denpasar termasuk Honorer, Pramubakti, Sopir, Satpam, Cleaning Service dan Penjaga Kantor yaitu sebanyak 104 orang.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Balai Besar POM di Denpasar, Dra. Endang Widowati, Apt pada pukul 08.30 Wita. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan instrumen yang memproteksi pekerja, perusahaan, lingkungan hidup, dan masyarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja. Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh suatu instansi/perusahaan, dimana, K3 bertujuan untuk mencegah, mengurangi bahkan menihilkan resiko kecelakaan kerja (zero accident) yang telah diatur oleh Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Adapun materi sosialisasi yang disampaikan yaitu Manajemen Bencana oleh I Ketut Mudastra, SH (Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Denpasar), Manajemen Sistem Penanggulangan Kebakaran oleh I Nyoman Gede Putra, SE ( Staf BPBD Kota Denpasar) dan Dasar-Dasar Keselamatan dan Lingkungan oleh dr. I Made Juli Arsana, S. Ked. Kesimpulan dari kegiatan sosialisasi ini adalah bahwa masih diperlukan perbaikan sarana dan prasarana terkait manajemen K3 di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Denpasar seperti merubah tanda petunjuk jalur evakuasi dengan bahan material yang berpendar (spotlight) dan melengkapi fasilitas APAR yang memadai seperti selimut pemadam api (Fire Blanket) dan Fire Block.
BBPOM Di Denpasar