Reformasi Birokrasi: Menjalin Kerjasama dengan PHDI Bali

14-03-2015 Denpasar Dilihat 1963 kali

Hasil pengujian pangan yang dilakukan dengan mobil laboratorium keliling Balai Besar POM di Denpasar dengan menyasar pasar-pasar tradisional masih banyak ditemukan pangan tradisional yang mengandung Rhodamin B disamping sebagian kecil ditemukan pada bijik/cendol, terasi, harum manis, dll. Pemberdayaan masyarakat melalui Penyebaran Informasi dan KIE belum begitu terlihat hasilnya.  Makanan tradisional yang sering ditemukan mengandung Rhodamin B seperti jajan uli, jajan begina/rengginang, jajan matahari, jajan sirat, jajan gipang atau kue kukus  biasa digunakan sebagai sarana pelengkap upacara keagamaan. Karena pemahaman dan pengetahuan akan dampak penggunaan Rhodamin B dalam jangka panjang belum disadari dan tidak terlihat langsung, sehingga cukup sulit untuk melakukan pendekatan. Masyarakat Bali terutama yang tinggal di daerah pedesaan sangat senang memilih pangan yang warnanya mencolok/ngejreng untuk membuat hiasan rangkaian buah dan jajan tradisional saat upacara agama karena umumnya akan jelas terlihat hasil karyanya dari kejauhan. Sedangkan bila merangkai dengan jajan tradisional yang menggunakan pewarna makanan akan terlihat pucat dan pudar sehingga kurang menarik untuk dilihat. Disamping itu, kemampuan ekonomi dan kemudahan untuk mendapatkan Rhodamin B di daerah pedesaan juga salah satu penyebab kenapa masyarakat di pedesaan masih banyak menggunakan Rhodamin B sebagai pewarna pangan.

 

Karena permasalahan yang cukup unik inilah, Kepala Balai Besar POM di Denpasar Dra. Endang Widowati,Apt mencoba melakukan pendekatan melalui pemuka agama dengan mediator Parisadha Hindu Dhrama Indonesia (PHDI) Provinsi Bali. Bertempat di ruang kerja Ketua PHDI Bali, Bapak IGN Sugiana yang didampingi Wakil Ketuanya Bapak Alit Putrawan, menerima Kepala Balai Besar POM di Denpasar yang didampingi Kepala Bidang Serlik pada tanggal 13 Maret 2015. Dalam audiensi ini Kepala Balai menyampaikan hasil pengawasan yang telah dilakukan di Provinsi Bali,  permasalahan dan hambatan yang ada terkait penyalahgunaan Rhodamin B pada pangan tradisional. Ketua PHDI menyambut dengan senang hati tawaran untuk bekerjasama dalam meningkatkan pemahaman masyarakat Bali melalui penyuluhan dan Penyebaran Informasi kepada para sulinggih /pemuka agama yang membuat sarana upacara, dan yang sering memberi Dharma Wacana (Pencerahan Agama). Semoga dengan pendekatan melalui para sulinggih/pemuka agama ini yang biasanya dipercaya dan digugu  oleh umatnya,  harapan pangan di Bali bebas Rhodamin B bisa tercapai.

 

BBPOM di Denpasar

Sarana