Tahun 2012 merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJM tahun 2010-2014. Evaluasi mid term sudah saatnya dilakukan untuk melihat keberhasilan dan kegagalan program dan kegiatan pengawasan obat dan makanan yang telah dilaksanakan oleh Badan POM dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun pertama RPJM sebagai bentuk akuntabilitas pertanggungjawaban atas anggaran yang telah digunakan dan kinerja yang dijanjikan kepada masyarakat. Demikianlah hal yang melatarbelakangi pelaksanaan Rapat Evaluasi Nasional Badan POM RI tahun 2012 yang dilaksanakan di Denpasar - Bali, pada tanggal 30 Oktober - 2 Nopember 2012. Tema Rapat Evaluasi Nasional tersebut adalah : “Peningkatan Mutu Pengawasan Obat dan Makanan melalui Evaluasi Program dan Kegiatan secara Berkesinambungan”.
Rapat Evaluasi Nasional Badan RI tahun 2012 dibuka secara resmi oleh Kepala Badan POM RI, Dra. Lucky S. Slamet, Apt., MSc,. Dalam sambutannya Ibu Kepala Badan POM berharap dapat dihasilkan konsep awal impact assessment terhadap pengawasan obat dan makanan, yang dapat diawali dengan review logical framework, yang selanjutnya akan digunakan dalam impact assessment pada akhir periode RPJM 2010-2014. Kepala Badan POM menyampaikan bahwa impact assessment bukan merupakan hal yang mudah, namun beliau menegaskan bahwa hal ini harus bisa dilakukan. Mengetahui impact/dampak pengawasan obat dan makanan yang telah dilakukan bagi masyarakat, adalah hal yang sangat penting, baik ditinjau dari sektor ekonomi maupun dari sektor kesehatan, sehingga dapat diyakinkan kepada seluruh stakeholder, kontribusi Badan POM terhadap perubahan di tingkat masyarakat.
Acara Pembukaan Rapat Evaluasi Nasional Badan POM RI juga dihadiri Gubernur Bali yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr I Ketut Suarjaya, MPPM. Dalam Sambutan Gubernur disampaikan, bahwa Prestasi Kinerja yang telah dilakukan oleh Badan POM RI selama ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Berkaitan dengan hal ini, tema yang diangkat dalam Rapat Evaluasi Nasional Badan POM RI tahun 2012 ini sangatlah tepat yaitu melalui evaluasi program yang berkesinambungan untuk Peningkatan Mutu Pengawasan Obat dan Makanan di Negara Indonesia. Rapat Evaluasi Nasional tahun 2012 dapat dijadikan ajang evaluasi dan kajian lingkungan strategis baik eksternal maupun internal, sebagai antisipasi terhadap perubahan-perubahan yang ada, kiranya hasil Rapat Evaluasi Nasional ini dijadikan sebagai frame work untuk tahun 2013 dan seterusnya sesuai dengan manajemen berbasis hasil (result base management).
Hari kedua acara Rapat Evaluasi Nasional diawali oleh Presentasi Kepala Badan POM RI tentang Evaluasi Kinerja Paruh Waktu (midterm evaluation), dilanjutkan oleh Penyajian Sestama tentang hasil evaluasi program Kesektamaan, evaluasi pembinaan BB/BPOM, Kemandirian BB/BPOM, Konsep awal impact assessment. Deputi I, Deputi II dan Deputi III menyajikan hasil evaluasi Pengawasan Obat dan Makanan, hasil pembinaan Balai Besar /Balai POM. Kemudian pada hari ketiga diadakan diskusi kelompok, dimana para peserta dibagi menjadi empat kelompok sesuai fungsi pengawasan yang dilakukan oleh Balai Besar /Balai POM, yaitu fungsi ; 1) Sampling dan Pengujian, 2) Pemeriksaan dan penyidikan, 3) Sertifikasi dan layanan informasi konsumen dan 4) Reformasi Birokrasi dan Manajemen. Pada diskusi kelompok, lebih ditekankan pembahasan tentang indikator outcome dan indikator impact, serta melakukan midterm evaluation kegiatan – kegiatan pengawasan pengawasan yang dilakukan di Balai Besar /Balai POM seluruh Indonesia.
Pada hari terakhir Rapat Evaluasi Nasional Badan POM RI, dilaksanakan acara Pelantikan Inspektur Nasional CPOB dan CDOB oleh Kepala Badan POM RI. Seusai Pelantikan, acara dilanjutkan kembali dengan Round Table Discussion. Selanjutnya setelah Hasil-Hasil diskusi pada Rapat Evaluasi Nasional dirangkum, acara Rapat Evaluasi Nasional Badan POM RI ditutup secara resmi oleh Kepala Badan POM RI.
BBPOM di Denpasar
'