Perkuat Koordinasi Pengawasan Obat dan Makanan, Kepala BBPOM Denpasar Audiensi ke Bupati Badung

31-07-2026 Balai Besar/Balai POM Dilihat 174 kali

Badung, Bali — Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa, S.Si., Apt., MPPM, melakukan audiensi dengan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Kantor Bupati Badung, Jumat (31/7/2026). Pertemuan ini turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, dr. Made Padma Puspita, beserta jajaran tim dari kedua instansi.

Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari perkenalan Kepala BBPOM di Denpasar yang baru, sekaligus upaya memperkuat efektivitas pembinaan dan pengawasan obat dan makanan di Provinsi Bali, khususnya di Kabupaten Badung. Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak membahas penguatan koordinasi lintas sektor antara BBPOM Denpasar dengan Pemerintah Kabupaten Badung, sejalan dengan amanat Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2017 tentang Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 41 Tahun 2018 tentang Peningkatan Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan di Daerah.

Kepala BBPOM di Denpasar menyampaikan bahwa sinergi antara BBPOM dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menekan peredaran obat dan makanan yang tidak memenuhi standar mutu, dan keamanan sekaligus mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor obat dan makanan agar naik kelas dan memenuhi persyaratan regulasi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas dinas, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, hingga Dinas Pariwisata, mengingat Badung sebagai destinasi wisata utama Bali memiliki tingkat konsumsi pangan olahan dan siap saji yang tinggi.

Bupati Adi Arnawa menyambut baik audiensi tersebut dan menegaskan komitmen Pemkab Badung untuk terus memperkuat pengawasan keamanan pangan di wilayahnya. Ia menyampaikan bahwa koordinasi lintas sektor semacam ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah melindungi masyarakat maupun wisatawan dari risiko pangan dan obat yang tidak aman, sekaligus menjaga citra Badung sebagai daerah pariwisata yang mengedepankan kualitas dan keamanan produk bagi konsumen.

Badung Kembali Raih Penghargaan Kabupaten/Kota Pangan Aman

Di sela audiensi, berlangsung pula penyerahan plakat dan piagam penghargaan Kabupaten/Kota Pangan Aman yang diberikan oleh BPOM RI kepada Kabupaten Badung. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kepala BBPOM di Denpasar kepada Bupati Badung sebagai bentuk apresiasi atas capaian Badung yang kembali meraih predikat tersebut, menandakan konsistensi daerah dalam menjaga sistem keamanan pangan mulai dari produksi, distribusi, hingga peredaran ke masyarakat.

Bupati Adi Arnawa mengapresiasi pencapaian ini dan menyebutnya sebagai hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah terkait, pelaku usaha, serta masyarakat Badung. Ia berharap prestasi ini dapat terus dipertahankan dan menjadi motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk semakin meningkatkan kualitas pengawasan pangan di Badung.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, dr. Made Padma Puspita, menambahkan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi lintas OPD (Organisasi Perangkat Daerah), mulai dari pengawasan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), Pangan Olahan Siap Saji, hingga edukasi keamanan pangan yang menyasar sekolah, pasar, dan pelaku usaha di wilayah Badung.

Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antara BBPOM di Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Badung dalam mewujudkan  obat dan makanan yang aman, bermutu, dan berdaya saing, demi melindungi kesehatan masyarakat serta mendukung pertumbuhan UMKM di daerah tersebut. (Rie_)

Sarana