Perkuat Budaya Keamanan Pangan dari Tingkat Desa, BBPOM di Denpasar Gelar Bimbingan Teknis Komunitas Keamanan Pangan di Desa Sumerta Kelod

08-07-2026 Balai Besar/Balai POM Dilihat 166 kali

Denpasar – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar terus memperkuat budaya keamanan pangan hingga ke tingkat komunitas melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Komunitas Keamanan Pangan Desa yang dilaksanakan pada Rabu, 8 Juli 2026, di Desa Sumerta Kelod, Kota Denpasar. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya membangun kesadaran masyarakat agar mampu menerapkan prinsip keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari serta mendukung terwujudnya desa yang peduli terhadap pangan aman.

Bimbingan teknis dibuka oleh Kepala Desa Sumerta Kelod yang menyampaikan apresiasi atas sinergi bersama BBPOM di Denpasar dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai keamanan pangan. Sebelum pembukaan resmi, Ketua Tim Program Prioritas Nasional (Pro PN) BBPOM di Denpasar menyampaikan tujuan dan rangkaian kegiatan, sekaligus mengajak seluruh peserta untuk berperan aktif sebagai agen perubahan dalam mewujudkan pangan yang aman di lingkungan masing-masing.

Untuk mengukur pemahaman awal peserta, kegiatan diawali dengan pre-test sebelum memasuki sesi penyampaian materi. Peserta kemudian memperoleh pembekalan mengenai Perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi yang disampaikan oleh narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar. Materi tersebut memberikan gambaran kepada pelaku usaha mengenai pentingnya pemenuhan persyaratan keamanan pangan sebagai bagian dari upaya menghasilkan produk yang aman dan berkualitas.

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai Lima Kunci Keamanan Pangan yang disampaikan oleh kader keamanan pangan. Materi ini mengedukasi peserta mengenai praktik sederhana namun sangat penting dalam menjaga keamanan pangan, mulai dari menjaga kebersihan, memisahkan bahan pangan mentah dan matang, memasak dengan benar, menjaga suhu pangan, hingga menggunakan air dan bahan baku yang aman.

Sebagai bagian dari peningkatan literasi masyarakat, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pencegahan stunting melalui konsumsi pangan yang aman dan bergizi serta pencegahan keracunan pangan. Materi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa keamanan pangan tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk, tetapi juga berperan penting dalam mendukung kesehatan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kegiatan diakhiri dengan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran. Hasil evaluasi ini menjadi salah satu indikator efektivitas penyampaian materi sekaligus dasar dalam penguatan edukasi keamanan pangan di masa mendatang.

Bimbingan teknis berlangsung dengan suasana interaktif dan mendapat sambutan yang sangat antusias dari peserta. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur komunitas di Desa Sumerta Kelod, mulai dari komunitas keluarga, sekolah, ritel, pelaku usaha pangan, hingga remaja. Beragamnya peserta mencerminkan semangat kolaborasi dalam membangun budaya keamanan pangan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, BBPOM di Denpasar berharap setiap peserta dapat menjadi agen edukasi keamanan pangan di lingkungan masing-masing. Dengan pengetahuan yang diperoleh, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya memilih, mengolah, dan menyajikan pangan yang aman sehingga dapat bersama-sama mewujudkan komunitas yang sehat, mandiri, dan sadar akan pentingnya keamanan pangan.

Keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Dari desa, kita bangun budaya pangan aman untuk melindungi kesehatan masyarakat dan menciptakan generasi yang lebih sehat serta berkualitas.

Sarana