Ibu adalah satu kata indah yang menggambarkan sosok yang luar biasa dalam kehidupan. Dari seorang Ibulah terlahir Pahlawan-pahlawan negeri ini, dari ibu juga terlahir generasi-generasi penerus bangsa yang akan melanjutkan perjuangan dan membesarkan Negeri tercinta Indonesia. Peran murni seorang Ibu sebagai pendidik pertama bagi generasi muda belumlah sebanding dengan peran lain yang tidak terlihat, namun bisa dirasakan sebagai kekuatan yang mengagumkan yaitu berupa kasih sayang. Kasih sayang seorang ibu tidak akan ada akhirnya, sepanjang masa, sepanjang zaman, kasih sayang adalah sorga bagi kita semua.
Dengan besarnya peranan ibu, dan tonggak sejarah kaum perempuan, maka tanggal 22 adalah tanggal yang ditetapkan sebagai peringatan hari ibu. Sejarah telah mengungkapkan bagaimana tekad dan perjuangan kaum perempuan Indonesia untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia, dilandasi oleh cita-cita dan semangat persatuan dan kesatuan menuju kemerdekaan Indonesia yang aman, tentram, damai, adil dan makmur, telah dinyatakan semenjak Kongres Perempuan Indonesia yang pertama kali pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta. Peristiwa tersebut merupakan tonggak sejarah bagi perjuangan kaum perempuan Indonesia dan senantiasa diperingati tiap tahunnya oleh bangsa Indonesia, baik laki-laki maupun perempuan, dimanapun berada, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Pada Kongres Perempuan Indonesia ke III tahun 1938 di Bandung ditetapkan tanggal 22 Desember sebagai hari Ibu. Demikianlah sejarah singkat yang dibacakan pada saat Upacara Bendera Dalam rangka Peringatan Hari Ibu ke-84 di BBPOM di Denpasar
Para peserta upacara dengan penuh hikmat mengikuti Upacara Peringatan Hari Ibu ini. Kepala BBPOM di Denpasar, Dra. Corry panjaitan, Apt., selaku Inspektur Upacara, membacakan Sambutan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Dalam Sambutan Menteri Negara Pemberdayaan perempuan, ditekankan bahwa seorang ibu memiliki peran membangun karakter bangsa, Jati diri dan budi pekerti bangsa, agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang dihormati, setara dengan bangsa lain untuk ikut mengukir peradaban manusia dan dunia. Untuk membantu peran ibu ini, maka semua pihak harus ikut mendukung dalam meningkatkan pendidikan politik, pembangunan ekonomi kreatif yang berwawasan lingkungan, meningkatkan peran laki-laki dan keluarga dalam penghapusan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak serta membangun kesehatan masyarakat yang berkeadilan. Upacara peringatan Hari Ibu ditutup dengan pembacaan Doa.
BBPOM di Denpasar