Peredaran Narkoba khususnya di Bali masih tetap marak. Bali sebagai jendela Indonesia merupakan salah satu tujuan peredaran Narkoba. Serbuan produk Narkoba ke Bali selain melalui bandara, juga ditengarai melalui pelabuhan laut atau lebih dikenal dengan jalur tikus. Bahkan dengan masih tingginya kasus, tidak tertutup kemungkinan di Bali sendiri sudah ada tempat produksinya.
Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Penyelundupan Narkoba Melalui Bandara, yang diadakan pada hari Kamis, 19 Juni 2014, bertempat di Direktorat Narkoba Polda Bali. Melihat pentingnya permasalahan ini, rapat langsung dipimpin oleh Asdep 2/V Kamnas Kemenko Polhukam Brigjen Pol Drs. Chairul Anwar, SH, MH. Rapat koordinasi ini melibatkan unsur Kepolisian, Bea Cukai, Imigrasi, Otoritas Bandara, Kanwil Kemkumham, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Lapas, Balai Besar POM, Kasdam IX Udayana, Dandim Badung dan SKPD terkait ( Disparda Bali dan Kesbang Pemkot Denpasar ). Balai Besar POM Denpasar dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan Drs. I Wayan Eka Ratnata, Apt.
Dalam rapat tersebut diungkap semua permasalahan terkait Narkoba, mulai dari usaha penyelundupan sampai tindakan terhadap pelaku. Pelaku kejahatan Narkoba ini mempunyai latar belakang keilmuan yang kuat. Hal ini terlihat dari banyak munculnya bahan-bahan baru yang berdampak seperti narkoba, tetapi bahan-bahan ini belum dicakup dalam peraturan yang ada, sehingga muncul usulan untuk melakukan revisi, atau paling tidak menambah klausul agar pengguna bahan-bahan tersebut bisa dijerat dengan Undang-Undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Selain itu masih rendahnya vonis terhadap pelaku kejahatan Narkoba, serta lambatnya eksekusi pelaku juga mendapat sorotan. Untuk meningkatkan kepedulian kita terhadap bahaya Narkoba bahkan diusulkan pemberantasan Narkoba ini dilakukan melalui Gerakan Nasional.
Banyak instansi yang harus terlibat dalam pemberantasan penyalahgunaan Narkoba dan tidak bisa dilakukan secara parsial. Upaya yang dilakukan selama ini dirasa sudah berjalan cukup baik, tetapi dengan masih tetap banyaknya kasus yang muncul perlu peningkatan koordinasi, sinkronisasi dan sinergitas dalam penanggulangannya. Mari kita bergandeng tangan, kita pererat kerja sama dalam memberantas penyalahgunaan produk Narkoba.
BBPOM Di Denpasar