Bulan puasa telah tiba…sepanjang jalan di sentra- sentra tertentu dibanjiri pedagang yang berjualan pangan untuk berbuka puasa. Masyarakat ramai berkunjung untuk berbelanja baik mereka yang puasa ataupun tidak. Program Badan POM untuk lebih mengintensifkan pengawasan terutama untuk komoditi pangan harus dilaksanakan karena pada bulan puasa sampai dengan Lebaran jumlah produk pangan yang beredar di masyarakat lebih banyak dibandingkan hari-hari biasa. Bertempat di pasar Batan Kendal Suwung Denpasar dan sekitarnya disampling sebanyak 14 sampel teridiri dari kue dadar, olahan ikan asin, usus, krupuk beras, tahu goreng, siomay. Hasil pengujian menunjukkan semua sampel memenuhi syarat. Sasaran kedua pengambilan sampel dilaksanakan di seputaran jalan Tukad Pakerisan Pasar Nyanggelan Denpasar. Disampling sebanyak 15 sampel terdiri dari bolu mawar, tahu bacem, mie goreng, tahu isi, olahan ikan, kripik usus, krupuk beras, pepes ikan. Hasil pengujian menunjukkan memenuhi syarat. Pengawasan pangan takjil yang dilaksanakan tanggal 8 Juni 2016, didampingi oleh petugas Puskesmas Denpasar Selatan 1 mewakili Dinas Kesehatan dan wakil dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Denpasar.
Kepala BBPOM di Denpasar Dra. Endang Widowati,Apt dalam wawancara dengan beberapa media cetak dan elektronik menyampaikan bahwa BBPOM di Denpasar secara rutin melakukan pengawasan pangan buka puasa di beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Bali. Dengan semakin gencarnya pengawasan oleh Badan POM dan pemberitaan di media elektronik dan cetak diharapkan para pelaku usaha produsen pangan takjil dan masyarakat umum lebih memahami pentingnya memproduksi dan mengkonsumsi pangan yang bebas dari bahan berbahaya. Kalau tahun sebelumnya masih ditemukan Rhodamin B pada roti kukus, semoga dengan pengawasan yang lebih intensif ini, tidak lagi ditemukan produk pangan takjil yang mengandung bahan berbahaya.
BBPOM di Denpasar