Pengawasan Pangan Siap Saji di Pasar Senggol Kintamani

29-04-2016 Denpasar Dilihat 1557 kali

Penyalahgunaan bahan berbahaya belum juga sirna dari fokus pengawasan pangan terutama pangan siap saji maupun pangan jajan anak sekolah (PJAS). Kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat terutama yang tinggal di daerah pedesaan serta karena dampak yang ditimbulkan terhadap kesehatan  tidak langsung tetapi baru terlihat setelah  jangka panjang menyebabkan masyarakat dan pelaku usaha cenderung tidak memperdulikan informasi yang sudah diberikan oleh berbagai instansi baik malalui penyuluhan maupun media iklan.  Pengawasan dan pembinaan  ke pelaku usaha maupun masyarakat harus dilakukan secara rutin dan berkesinambungan sehingga masyarakat benar-benar cerdas dalam memilih dan memilah pangan yang akan dibeli dan dikonsumsi.

Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan merubah perilaku pelaku usaha dan masyarakat dalam memproduksi dan mengkonsumsi pangan siap saji, Balai Besar POM di Denpasar kembali turun bersama dengan lintas sektor di Kabupaten Bangli pada hari Rabu tanggal 28 April 2016. Kali ini  yang disasar adalah pedagang siap saji di sekitar Pura Batur dan Pasar Senggol Kintamani. Sejumlah 35 sampel yang disampling terdiri dari gorengan, bakso, tahu, krupuk, kripik usus, dll, ditemukan 1 sampel yaitu krupuk semprong yang positif mengandung Rhodamin B. Pembinaan langsung oleh petugas BBPOM di Denpasar kepada pedagang disaksikan  petugas dari Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dusun Desa Batur serta anggota DPRD Bangli yang memang dari awal sudah menyampaikan akan ikut turun bersama bila ada  Tim Pengawasan Pangan di Kabupaten Bangli. Dengan pembinaan  dan pengawasan yang berkelanjutan dari Dinas Kesehatan Bangli diharapkan pedagang krupuk semprong ini tidak lagi menjual pangan yang mengandung bahan berbahaya.

BBPOM di Denpasar

Sarana