Visi dan Misi Badan POM RI merupakan hal yang menjadi inspirasi terlaksananya pelatihan-pelatihan di Bidang pengujian termasuk Pelatihan Regional Pangan tahun 2012 yang dilaksanakan di BBPOM di Denpasar selama sebelas hari yaitu dari tanggal 11 Juni - 22 Juni tahun 2012. Acara ini diikuti oleh lima belas peserta dari Balai/Balai Besar POM di Indonesia, dan sebagai Narasumber pelatihan yaitu Dra. Louise Riani Sirait, M.Si., Apt. dan Riswahyuli, S.Si., MP. dari PPOMN.
_x000D_Pelatihan dibuka secara resmi oleh Plh. Kepala Balai Besar POM di Denpasar, Drs. I Wayan Eka Ratnata, Apt. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa dengan banyaknya produk pangan yang beredar di masyarakat merupakan tantangan bagi segenap insan masyarakat untuk senantiasa melindungi diri dari produk pangan yang beresiko terhadap kesehatan. Terkait dengan hal ini, Badan POM sebagai Instansi pengawas obat dan makanan, sangat penting untuk meningkatkan kompetensi dalam bidang pengujian, untuk membantu melindungi masyarakat dari produk makanan yang tidak memenuhi syarat.
_x000D_Pada kesempatan yang sama Ketua Panitia Pelatihan Regional Pangan tahun 2012, Dra. Luh Putu Witariathi, Apt., menyatakan bahwa tujuan diadakannya pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi tenaga pengujian sesuai dengan sasaran strategis Badan POM yaitu Meningkatnya Kompetensi, Kapabilitas dan Jumlah Modal Insani yang Unggul dalam Melaksanakan Pengawasan Obat dan Makanan. Selain untuk meningkatkan kompetensi, ibu Wita juga menghimbau supaya acara Pelatihan Regional Pangan dapat dijadikan ajang sharing antar balai dan meningkatkan team work antar Balai/Balai Besar POM se Indonesia.
_x000D_Para Narasumber sangat mengharapkan dengan diadakannya pelatihan ini, akan sangat membantu dan menambah kompetensi para staf pengujian pangan untuk menyelesaikan target 10 parameter uji per sampel secara kompeten. Adapun materi dalam Pelatihan Regional Pangan tahun 2012 adalah Kromatografi Cair Kinerja Tinggi, Kromatografi Gas, Verifikasi Metode Analisis, dan Analisis Keamanan Pangan. Materi praktek yang penting untuk mendukung materi teori, juga dilakukan dan dimulai pada hari kedua tanggal 12 Juni 2012, Materi praktek tersebut diantaranya ; Penetapan Kadar Aflatoksin M1 dalam susu secara KCKT, Penetapan Kadar Pengawet Propionat dalam Roti secara Kromatografi Gas serta Penetapan Kadar Migran Bisfenol A pada kemasan secara KCKT. Peserta pelatihan sangat serius mengikuti pelatihan, terlihat dari antusiasme peserta dalam sesi tanya jawab pada saat diskusi setelah diipaparkannya materi pelatihan. Acara pelatihan direncanakan berakhir pada hari Jumat, 22 Juni 2012.
_x000D_Balai Besar POM Di Denpasar
_x000D_ _x000D_