Peningkatan kompetensi dan kemampuan teknis personel pengujian sangat penting dilaksanakan sebagai bagian dari usaha mewujudkan Visi dan Misi Badan POM RI. Perkembangan teknologi mengakibatkan semakin besarnya potensi cemaran bahan berbahaya pada produk pangan baik berasal migrasi kemasan pangan ataupun produk emerging proses yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Hal tersebut menjadikan suatu tantangan bagi BBPOM di Denpasar untuk berupaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme secara bertahap sehingga mampu melindungi masyarakat provinsi Bali pada khususnya dari pangan yang tidak memenuhi syarat kesehatan yang diakibatkan oleh cemaran migrasi kemasan ataupun produk emerging proses tersebut. Pelatihan berlangsung selama sepuluh hari yaitu dari tanggal 25 Nopember 2013 sampai dengan 4 Desember 2013.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Ibu Dra. Luh Putu Witariathi, Apt., Kepala Bidang Pengujian Pangan dan Bahan Berbahaya mewakili Kepala Balai Besar POM di Denpasar. Dalam sambutannya, Ibu Wita menyampaikan bahwa dengan banyaknya produk pangan yang beredar saat ini tentunya memerlukan pengawasan yang komprehensip, untuk itu harus didukung dengan pengujian parameter keamanan pangan sesuai issue nasional dan internasional , sehingga kita sebagai Insan Badan POM senantiasa dapat melindungi masyarakat dari pangan yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Bahan-bahan yang membahayakan kesehatan yang ada pada pangan saat ini sangat sulit untuk dikontrol terutama yang bersumber dari migrasi kemasan dan emerging proses, instrumen yang sangat canggih sekalipun tanpa diimbangi sumber daya manusia yang kompeten, tidak akan dapat memberikan hasil yang memuaskan. Terkait dengan hal ini, Badan POM sebagai Institusi pengawas obat dan makanan, sangat penting untuk meningkatkan kompetensi dalam bidang pengujian, menjadi Laboratorium yang diakui secara Internasional menjadikan sebuah tantangan bagi personel pengujian untuk selalu meningkatkan kemampuan uji
Narasumber pelatihan adalah ibu Cita Tri Aryuni, S.TP., M.Si., Apt. dari PPOMN. Ibu Cita sangat mengharapkan outcome dari pelatihan ini, menambah kompetensi para personel pengujian pangan. Materi dalam Pelatihan Internal Pangan tahun 2013 adalah ; 1) Penetapan Kadar Migrasi Melamin pada Peralatan Makan Berbahan Dasar Melamin secara KCKT, 2) Penetapan kadar Akrilamid dalam Makanan secara LCMS/MS, 3) Penetapan kadar Melamin dalam Produk Susu secara LCMS/MS. Peserta pelatihan sangat serius mengikuti pelatihan, terlihat dari antusiasme peserta dalam sesi tanya jawab pada saat diskusi setelah diipaparkannya materi pelatihan. Pelaksanaan praktikum juga berlangsung cukup lancar namun ada beberapa alat pendukung yang perlu disiapkan untuk mendapatkan hasil maksimal . Para peserta berharap dengan berakhirnya pelatihan ini kompetensi semakin bertambah dan dapat untuk melaksanakan target kinerja pengujian pangan dengan sebaik-baiknya.
BBPOM Di Denpasar