Pelatihan Internal Pangan dan Teranokoko

06-12-2012 Denpasar Dilihat 2717 kali

Visi dan Misi Badan POM RI merupakan hal yang menjadi inspirasi terlaksananya pelatihan-pelatihan di Bidang pengujian termasuk Pelatihan Internal Pangan dan Teranokoko tahun 2012 yang dilaksanakan di BBPOM di Denpasar selama 5 hari yaitu dari tanggal 3 Desember sampai dengan 7 Desember tahun 2012. Acara ini diikuti oleh seluruh staf pengujian Laboratorium Pangan dan Teranokoko Balai Besar POM di Denpasar, dan sebagai Instruktur pelatihan yaitu Lelywati, S.Si., Apt. dari PPOMN, Arief Handoko, ST., Luqman Hikmattulloh, S.Si., Apt., Farhan Afiadi, S.Si dan Dra. Asri Minarni Nasa Wulan, Apt., dari Penyedia Instrumen.

Pelatihan dimulai dengan praktek laboratorium dan didahului oleh teori tentang Kromatografi Gas Spektrum Masa (GC-MS) dan Kromatografi Cair Spektrum Masa (LC MS/MS). Pelatihan internal dilaksanakan untuk menambah kompetensi petugas pengujian tentang Metode Analisa dan Instrumen yang terkait dengan GC MS/MS dan LC MS/MS. Dengan diterimanya Sertifikat Akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional untuk Laboratorium Pengujian Balai Besar POM di Denpasar, merupakan tantangan untuk selalu menjamin mutu hasil pengujian laboratorium. Sesuai dengan ISO/IEC 17025 tahun 2008, bahwa peningkatan kompetensi pegawai menjadi hal yang sangat penting. Terkait dengan hal ini, Badan POM sebagai Instansi pengawas obat dan makanan, senantiasa melakukan program-program pelatihan secara berkesinambungan untuk meningkatkan kompetensi dalam bidang pengujian, dengan tujuan untuk menjamin mutu hasil pengujian dalam rangka melindungi masyarakat dari produk obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat.

Menjamin mutu dan kepuasan pelanggan adalah hal yang mutlak diperlukan. Produk pangan, obat, obat tradisional dan kosmetika yang beredar di masyarakat sangat beraneka ragam, termasuk banyaknya cemaran-cemaran yang tidak semestinya terdapat dalam produk obat tradisional dan pangan. Hal ini juga sebagai dasar untuk melakukan pelatihan instrumen dengan teknologi paling modern. Peserta pelatihan melaksanakan pelatihan tentang ; 1. Penetapan kadar 3-MCPD dalam Kecap secara GC-MS ; 2. Penetapan Kadar Kloramfenikol dalam Madu Secara LC-MSMS ; 3. Identifikasi Sildenafil Sitrat, Tadalafil dan Vardenafil Klorida dalam Kopi Bubuk dan Produk Olahannya secara TLC dan LC- MSMS.

Kepala balai Besar POM di Denpasar Dra. Corry Panjaitan, Apt., mengharapkan dengan diadakannya pelatihan ini, akan sangat membantu dan menambah kompetensi para staf pengujian pangan dan teranokoko untuk menyelesaikan target 10 parameter uji per sampel secara kompeten. Peserta pelatihan sangat serius mengikuti pelatihan, terlihat dari antusiasme peserta dalam sesi tanya jawab pada saat diskusi setelah dipaparkannya materi pelatihan dan dilaksanakannya praktek laboratorium. Pelatihan internal ini berakhir dengan diskusi permasalahan-permasalahan selama pelatihan dan dicari solusinya yang dibimbing oleh para instruktur.

BBPOM di Denpasar


Sarana