Balai Besar POM di Denpasar kembali melaksanakan Penyebaran Informasi Produk Farmakes pada tanggal 11 Juni 2015. . Saat ini yang menjadi target/sasaran untuk memperoleh informasi tentang pangan yang aman dan sehat adalah Parisadha Hindhu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali. Mengingat banyaknya panganan sesajen yang dipasarkan di Bali yang mengandung Bahan Berbahaya khususnya pewarna Rhodamin B dan Methanil Yellow serta kandungan Formalin pada Janur bahan pembuat sesajen, menjadikan inspirasi untuk melaksanakan PI di lembaga yang mengayomi umat Hindhu ini. Acara dilaksanakan di gedung Pertemuan PHDI yang berlokasi di Jl. Ratna Denpasar. Pembukaan acara oleh Ketua PHDI Provinsi Bali, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana. Dalam sambutannya Ngurah Sudiana menyambut baik dan sangat berterimakasih atas kerjasama dan kepedulian BBPOM di Denpasar terhadap panganan untuk pembuatan sesajen bagi masyarakat Hindhu di Bali. Harapan Ketua PHDI yang tidak muluk-muluk yaitu kegiatan PI ini adalah langkah awal dan dapat berlanjut untuk PHDI Kabupaten/Kota se- Bali.
Sejumlah 30 peserta yang terdiri dari kalangan Sulinggih (Pendeta Hindu), tokoh-tokoh agama, Dosen Institut Hindhu Dharma Indonesia, Para Pembuat Sesajen, Pendarma Wacana (Pemuka agama), dan masyarakat Umum dengan seksama menyimak Materi tentang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Tambahan Pangan yang disampaikan oleh dua narasumber yaitu Dra. Desak Ketut Andika Andayani, Apt., dan Ni Putu Ekayani Scorpiasanty L., S.Si., Apt., M. Biomed. Pertanyaan-pertanyaan dan saran yang dilontarkan pada saat diskusi menunjukkan indikasi kepedulian para peserta terhadap keamanan pangan untuk sesajen bagi masyarakat Hindu, dalam diskusi yang kondusif mereka menyampaikan keinginan turut serta menyiarkan pesan-pesan keamanan pangan pada saat memberikan ceramah-ceramah rohani terhadap masyarakat terutama di daerah pedesaan dan pelosok yang memang membutuhkan perpanjangan tangan. Sambutan hangat ini merupakan langkah awal tindak lanjut tercapainya Visi Badan POM RI yaitu Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Indonesia.
BBPOM di Denpasar