Pariwisata memang menjadi andalan dalam pembangunan di Bali, sehingga pengembangan sektor lain sedapat mungkin dikaitkan dengan pariwisata, misalnya pengembangan sektor pertanian yang bisa memikat para wisatawan. Bisa dilihat dari maraknya pelaku usaha yang memasukan proses atau tahapan dalam pertanian, pengolahan hasil pertanian serta kuliner dalam paket wisata. Hal ini tidak hanya dilakukan oleh pengusaha lokal, tetapi juga mendapat perhatian pihak asing.
Berkaitan dengan hal tersebut, hari Jumat, 29 April 2016 di Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan dilakukan peluncuran sebagai Desa Wisata Ekologis, oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, yang merupakan hasil kerja sama Desa setempat dengan British Council dan difasilitasi Pemkab Tabanan dan mitra kerja lokal. Program penetapan Desa Nyambu sebagai Desa Ekologis, sudah dirintis sekitar 2 tahun yang lalu dengan penandatanganan kesepakatan antara British Council dengan Kepala Desa, dengan fokus mengembangkan masyarakat/komunitas untuk dapat mengorganisir potensi pariwisata yang berbasis masyarakat, meningkatkan perekonomian masyarakat setempat serta menjaga lingkungan dan budaya lokal, salah satu adalah pengembangan industri rumah tangga sebagai wisata kuliner.
Melihat potensi dari apa yang dipaparkan oleh Bupati Tabanan pada saat acara peluncuran, Balai Besar POM di Denpasar berupaya untuk ikut berperan aktif dalam mendukung kegiatan ini terutama dalam melakukan pembinaan terhadap para pelaku usaha khususnya industri rumah tangga pangan (IRT-P). Selain mendukung pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pengembangan Gerakan Keamanan Pangan Desa ( GKPD ).
BBPOM di Denpasar