Denpasar – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Denpasar turut berpartisipasi dalam Upacara Bendera dan Ramah Tamah Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali pada Selasa (14/7/2026) di Halaman Kantor Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun koperasi dan UMKM yang tangguh, inovatif, serta mampu menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan berdaya saing.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Upacara Bendera yang diikuti oleh Gerakan Koperasi se-Provinsi Bali, pemerintah daerah, serta berbagai instansi strategis di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan perangkat daerah Provinsi Bali, pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, termasuk BBPOM di Denpasar, sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem koperasi dan UMKM di Bali.
Keikutsertaan BBPOM di Denpasar merupakan wujud dukungan terhadap penguatan koperasi dan UMKM, khususnya pelaku usaha yang memproduksi pangan olahan, kosmetik, maupun produk obat tradisional. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya, BBPOM di Denpasar terus mendorong pelaku usaha untuk memenuhi aspek keamanan, mutu, dan legalitas produk melalui pendampingan, edukasi, fasilitasi penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), serta percepatan perolehan izin edar.
Kolaborasi ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Produk yang dihasilkan koperasi dan UMKM akan semakin terjamin keamanan dan mutunya sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen. Di sisi lain, pelaku usaha memperoleh pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan seiring dengan meningkatnya perlindungan kesehatan masyarakat.
Momentum Hari Koperasi ke-79 juga menjadi pengingat bahwa pembangunan ekonomi kerakyatan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah, regulator, koperasi, pelaku usaha, dan masyarakat agar tercipta usaha yang sehat, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat Bali.
Kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang gerakan koperasi Indonesia, dilanjutkan dengan ramah tamah yang semakin mempererat hubungan antarlembaga dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan.
Melalui semangat "Koperasi Maju, Indonesia Adil Makmur", BBPOM di Denpasar berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membina pelaku usaha agar mampu menghasilkan produk obat dan makanan yang aman, bermutu, berkhasiat, serta memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat berupa produk yang lebih aman dikonsumsi sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM dan koperasi Bali yang semakin kompetitif.