Denpasar – Dalam upaya meningkatkan mutu, keamanan, dan daya saing industri kosmetik di Provinsi Bali, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar bersinergi dengan Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (PERKOSMI) Daerah Bali menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB), selama 2 hari, 23-24 Juni 2026 bertempat di Aula Bima Balai Besar POM di Denpasar. Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan bagi pelaku industri kosmetik agar mampu menerapkan standar produksi yang memenuhi ketentuan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Balai Besar POM di Denpasar, Made Ery B Hantana. Dalam sambutannya Plt. Ka Balai menegaskan bahwa penerapan Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik merupakan fondasi utama dalam menghasilkan produk kosmetik yang aman, bermutu, dan bermanfaat bagi masyarakat. Beliau juga menyampaikan bahwa pembinaan kepada pelaku usaha merupakan bagian dari komitmen BBPOM di Denpasar untuk mendorong pertumbuhan industri kosmetik yang berdaya saing, patuh terhadap regulasi, serta mampu menembus pasar yang lebih luas.
“Melalui kegiatan ini diharapkan para pelaku usaha tidak hanya memahami persyaratan regulasi, tetapi juga mampu mengimplementasikan sistem mutu secara konsisten sehingga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk kosmetik Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PERKOSMI Daerah Bali, Mariagoretti, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin antara BBPOM di Denpasar dan PERKOSMI Bali. Menurutnya, kegiatan bimbingan teknis seperti ini sangat dibutuhkan oleh industri kosmetik, khususnya dalam menghadapi perkembangan regulasi dan tuntutan pasar yang semakin tinggi terhadap kualitas produk.
PERKOSMI berharap kolaborasi yang baik ini dapat terus berlanjut sebagai bentuk pendampingan bagi pelaku usaha kosmetik di Bali sehingga mampu meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi sekaligus memperkuat daya saing industri kosmetik nasional.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pembekalan dari para narasumber BBPOM di Denpasar mengenai berbagai aspek penting dalam penerapan CPKB. Materi yang disampaikan meliputi Pengenalan CPKB Full Aspect, oleh Mohammad Gama Ramadhan, Ketua Tim dari Direktorat Pengawasan Kosmetik Badan POM, yang memberikan gambaran menyeluruh mengenai persyaratan penerapan sistem mutu pada industri kosmetik, Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) dan Denah/Layout Fasilitas Produksi sebagai pedoman dalam proses produksi yang memenuhi standar mutu, yang sesuai untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang serta menjamin kelancaran alur proses produksi, disampaikan oleh Putu Ekayani, Ketua Tim Sertifikasi dan Informasi Komunikasi BBPOM di Denpasar, hingga penyusunan Dokumen Informasi Produk (DIP) sebagai dokumen wajib yang memuat data keamanan, mutu, dan manfaat produk kosmetik disampaikan oleh Kiki Rizky Lestari, PFM Ahli Muda BBPOM di Denpasar.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai penerapan Corrective Action and Preventive Action (CAPA) sebagai bagian dari sistem manajemen mutu. Yang disampaikan oleh Sholihul Khoiri, PFM ahli Madya BBPOM di Denpasar. Melalui materi ini dijelaskan bahwa setiap ketidaksesuaian yang ditemukan dalam proses produksi perlu ditindaklanjuti dengan tindakan korektif untuk mengatasi akar penyebab masalah serta tindakan pencegahan agar ketidaksesuaian serupa tidak kembali terjadi. Implementasi CAPA yang efektif diharapkan dapat meningkatkan efektivitas sistem mutu dan memastikan keberlangsungan penerapan CPKB secara konsisten.
Selama pelaksanaan bimbingan teknis, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi melalui sesi diskusi dan tanya jawab mengenai implementasi CPKB di fasilitas produksinya masing-masing. Berbagai tantangan yang dihadapi industri kosmetik dibahas secara interaktif sehingga peserta memperoleh solusi praktis yang dapat diterapkan dalam meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara BBPOM di Denpasar dan PERKOSMI Daerah Bali semakin kuat dalam mendukung terciptanya industri kosmetik yang profesional, inovatif, dan berdaya saing. ”Penerapan Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik secara konsisten akan menjadi salah satu kunci dalam menghasilkan produk kosmetik yang aman, bermutu, serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk kosmetik dalam negeri”. Tegas Putu Ekayani di akhir acara. ”ekayani”