Balai Besar POM (BBPOM) di Denpasar hadir kembali menyapa pendengar Radio Republik Indonesia (RRI) Denpasar, Kamis 4 Juli 2013. Tema yang diangkat tentang “Pasar Aman dari Bahan Berbahaya” dengan narasumber Kepala Seksi Layanan Informasi Konsumen, Made Ery Bahari Hantana, S.Si., Apt. dan Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM) Ahli Pertama, Budiastuti Arieswati, S.Si., Apt. Program Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) melalui dialog interaktif di media radio dilaksanakan berkesinambungan di RRI maupun radio swasta.
Dialog interaktif ini sebagai sosialisasi kepada masyarakat baik produsen, pedagang terutama di pasar tradisional dan konsumen yang berbelanja. Masih banyaknya penyalahgunaan zat-zat kimia seperti Formalin, Boraks, pewarna Rhodamin-B dan Methanyl Yellow. sebagai bahan yang ditambahkan pada pangan menyebabkan pangan kita menjadi tidak aman untuk dikonsumsi. Penggunaan Bahan Berbahaya dalam pangan disebabkan kurangnya pengetahuan, kurangnya kepedulian serta kesengajaan produsen pangan akibat keinginan memperoleh keuntungan yang besar dengan biaya produksi yang murah.
Interaktif ini juga sebagai informasi kepada masyarakat bahwa program-program BBPOM di Denpasar sudah banyak dan menyentuh kepentingan dan perlindungan kepada masyarakat. Dalam diskusi banyak pertanyaan dan saran agar Badan POM melaksanakan pengawasan ke pasar, kantin sekolah, kelompok PKK dan lainnya. Ini menandakan belum tersosialisasinya program yang telah dilaksanakan seperti : Pengawasan Pasar; kampanye dan penyuluhan di pasar; sampling, pengujian dan penyuluhan melalui kegiatan mobil laboratorium keliling ke sekolah-sekolah; penyebaran informasi ke guru-guru sekolah dasar; audit dan inspeksi ke sarana produksi maupun distribusi dan lain-lainnya.
Melalui dialog interaktif radio, televisi, pembuatan dan penayangan iklan serta melalui media cetak diharapkan masyarakat mendapatkan informasi yang benar sehingga masyarakat bisa cerdas memilih produk untuk dikonsumsi.
BBPOM DI DENPASAR