Denpasar, 27 Agustus 2026 — Suasana kantor Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Denpasar terasa lebih hidup dari biasanya, Kamis (27/8/2026). Puluhan pelajar dari SMA Taruna Widhya Garuda Bali datang berkunjung, bukan sekadar untuk melihat-lihat, melainkan untuk mengenal lebih dekat bagaimana BPOM bekerja menjaga keamanan obat dan makanan yang mereka konsumsi sehari-hari.
Kunjungan edukasi ini digagas untuk memperluas wawasan para pelajar mengenai tugas pokok, fungsi, serta peran strategis BPOM dalam mengawasi peredaran produk obat dan makanan di tengah masyarakat, sebuah topik yang mungkin jarang dibahas tuntas di bangku sekolah, namun nyatanya sangat dekat dengan keseharian mereka sebagai konsumen muda.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala BBPOM di Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa. Dalam sambutannya, ia mengajak para siswa mengenal konsep kolaborasi ABG — singkatan dari Academia, Business, Government — model kerja sama strategis antara akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah yang terus didorong Badan POM untuk mempercepat hilirisasi riset kesehatan menjadi produk obat dan makanan yang siap digunakan masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, BPOM tidak berjalan sendiri. Bersama berbagai pihak, BPOM memastikan setiap inovasi kesehatan berkembang secara terintegrasi dari hulu ke hilir, sehingga proses dari riset hingga produk jadi bisa berjalan lebih cepat tanpa mengorbankan aspek keamanan dan mutu, pesan yang sekaligus membuka wawasan siswa bahwa dunia pengawasan obat dan makanan ternyata juga erat kaitannya dengan dunia riset dan inovasi.
Yuk, Biasakan Cek KLIK Sebelum Beli!
Salah satu momen paling praktis dalam kunjungan ini adalah ketika para siswa dibekali pemahaman mendalam mengenai sistem pengawasan obat dan makanan, sekaligus diajak membiasakan diri menerapkan budaya Cek KLIK — Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa — sebelum membeli atau mengonsumsi suatu produk. Kebiasaan sederhana ini diharapkan bisa langsung dipraktikkan para siswa dalam keseharian mereka, mulai dari jajan di kantin sekolah hingga berbelanja produk kecantikan.
Intip Langsung Laboratorium BBPOM Denpasar
Rangkaian kunjungan ditutup dengan momen yang paling dinanti: menjelajahi laboratorium BBPOM di Denpasar. Para siswa diajak melihat langsung berbagai alat pengujian yang biasa digunakan untuk memeriksa keamanan dan mutu produk, lengkap dengan penjelasan singkat dari staf pengujian BBPOM di Denpasar. Bagi sebagian siswa, ini menjadi pengalaman pertama melihat langsung "dapur" di balik proses pengujian produk yang selama ini mungkin hanya mereka kenal lewat label "terdaftar BPOM" di kemasan.
Melalui program kunjungan seperti ini, BBPOM di Denpasar berharap generasi muda tidak hanya menjadi konsumen yang cerdas, tetapi juga tumbuh menjadi agen edukasi yang aktif menyebarkan kesadaran akan pentingnya keamanan obat dan makanan — baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat luas. Sebab, menjaga keamanan produk yang beredar bukan cuma tugas BPOM semata, melainkan tanggung jawab bersama yang bisa dimulai dari kebiasaan kecil seperti membiasakan diri Cek KLIK setiap hari.