Kebangkitan Nasional Melalui Pemusnahan Produk

21-05-2015 Denpasar Dilihat 1624 kali

Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke – 107 tanggal 20 Mei 2015 Balai Besar POM di Denpasar melakukan Pemusnahan Produk OMKABA yang tidak memenuhi ketentuan ( TMK ) dan Sampel Pertingggal ( retain sample ). Acara seremonial dilaksanakan di halaman Balai Besar POMdi Denpasar dan dilanjutkan dengan pemusnahan di TPA Suwung Denpasar. Dihadiri oleh para undangan antara lain dari Dit Reserse Narkoba Polda Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Disperindag Provinsi Bali, BNN Provinsi Bali, Kantor Pelayanan Bea Cukai Denpasar serta KPKNL Denpasar dan diliput puluhan wartawan baik media cetak maupun elektronik.

 

Kepala Balai Besar POM di Denpasar menyampaikan bahwa Badan POM telah melakukan berbagai upaya penangkalan, pencegahan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran di bidang Obat dan Makanan melalui pemberian sanksi administrasi dan pro justitia, namun sampai saat ini sanksi yang diberikan belum memberikan efek jera kepada pelaku. Hal ini terlihat dari masih adanya produk OMKABA yang tidak memenuhi ketentuan di peredaran.

 

Pada acara pemusnahan produk OMKABA kali ini, selain produk TMK juga dilakukan pemusnahan sampel pertinggal (retain sample) yang sudah mendapat persetujuan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Denpasar.

 

Secara garis besar produk yang dimusnahkan adalah :

  1. Produk OMKABA TMK yang merupakan hasil operasi di lapangan tahun 2014, sejumlah 1.129 item ( 16.652 pcs ) dengan taksiran nilai Rp 411.103.283,- ( empat ratus sebelas juta seratus tiga ribu dua ratus delapan puluh tiga rupiah ).
  2. Sampel pertinggal senilai Rp 153.595.389,- (seratus lima puluh tiga juta lima ratus sembilan puluh lima ribu tiga ratus delapan puluh sembilan rupiah)

 

Sehingga total produk yang dimusnahkan senilai Rp 564.698.672,- (lima ratus enam puluh empat juta enam ratus sembilan puluh delapan ribu enam ratus tujuh puluh dua rupiah).

 

Mudah-mudahan di saat yang akan datang jumlah produk yang dimusnahkan semakin berkurang, sebagai bukti bahwa pengawasan yang dilakukan berhasil.

 

BBPOM di Denpasar

Sarana