Kajian Analisis Situasi dan Kondisi Desa Terpilih di Bali

26-04-2014 Denpasar Dilihat 2736 kali

Potensi risiko keamanan pangan dapat terjadi di setiap mata rantai pangan dan tatanan kehidupan masyarakat, sehingga upaya agar pangan tetap aman dan bermutu harus dilakukan secara komprehensif dan terus menerus. Masih banyaknya korban menunjukkan bahwa penanganan kasus keracunan pangan (jajanan pangan dan masakan rumah tangga) belum menjadi perhatian serius dan sebagian besar kasus keracunan pangan terjadi pada anak-anak di pedesaan.

 

Berdasarkan permasalahan tersebut di atas, maka penting untuk memberikan perhatian yang serius melalui intervensi keamanan pangan di pedesaan/kelurahan berupa program Food Safety Masuk Desa (FSMD) yang diinisiasi Badan POM. Sebagai langkah awal pelaksaan program FSMD ini, dilakukan kajian analisa situasi dan kondisi desa terpilih untuk mengetahui situasi dan kondisi desa sebagai baseline data sehingga dapat ditentukan program intervensi yang tepat untuk mencapai keamanan pangan di tingkat pedesaan/kelurahan.

 

Dari 10 Desa yang ditetapkan untuk diintervensi di Bali, 5 desa di Kota Denpasar dan 5 Desa di Kabupaten Gianyar. Untuk kajian analisis situasi dan kondisi desa terpilih, survey dilakukan di 3 desa, yaitu 1 desa di Denpasar (Desa Pemecutan Kaja, Kecamatan Denpasar Barat) dan 2 desa di Kabupaten Gianyar (Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh dan Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati) dengan metode wawancara terhadap sejumlah perwakilan komunitas desa seperti Perangkat Desa, Ibu PKK, Ibu Rumah Tangga, Ritel Pangan, IRTP, PKL, guru, pramuka, karang taruna serta tenaga Penyuluh Keamanan Pangan (PKP) dan District Food Inspector (DFI) dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat. Pelaksanaan survey berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas dan Perangkat Desa terkait serta dibantu oleh Mahasiswa dan Koordinator Lapangan (Korlap) dari Akademi Farmasi Saraswati Denpasar. Pelaksanaan survey mulai tanggal 22 – 23 April 2014 yang didahului Bimtek/Breafing tatacara survey pada tanggal 21 April 2014 oleh tim dari Deputi 3 Badan POM RI.

 

BBPOM di Denpasar

Sarana