Jangan Tergiur Harga Murah, Kenali dan Waspadai Obat Palsu!

27-03-2026 Balai Besar/Balai POM Dilihat 141 kali

Denpasar — Harga murah memang sering menjadi daya tarik, terlebih ketika obat ditawarkan melalui marketplace atau media sosial. Namun, di balik harga yang menggiurkan, masyarakat perlu lebih waspada. Jangan sampai niat mendapatkan obat dengan harga terjangkau justru berujung pada risiko kesehatan.

Obat palsu bukan sekadar soal produk yang tidak resmi. Dampaknya bisa menyentuh langsung keselamatan dan kesehatan masyarakat. Karena itu, masyarakat perlu menjadi konsumen yang cerdas dan kritis sebelum membeli atau menggunakan obat.

Dalam materi edukasi “Waspada Obat Palsu”, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan tawaran obat yang sangat murah, terutama dari sumber penjualan yang tidak jelas. BPOM juga terus mendorong masyarakat agar aktif mencari informasi dan melaporkan apabila menemukan dugaan obat palsu. 

Apa bahayanya mengonsumsi obat palsu?

Obat palsu dapat menimbulkan berbagai risiko karena produk tersebut tidak dipastikan memenuhi standar keamanan, mutu, dan khasiat sebagaimana obat yang diproduksi sesuai ketentuan.

Beberapa risiko yang perlu diwaspadai antara lain:

Pengobatan tidak efektif
Obat yang dikonsumsi mungkin tidak memberikan efek yang diharapkan sehingga kondisi atau gejala penyakit dapat semakin parah.

Berbahaya bagi tubuh
Obat palsu dapat memiliki kandungan zat aktif yang tidak sesuai, bahkan berpotensi mengandung bahan yang membahayakan tubuh.

Risiko resistensi
Penggunaan obat dengan kandungan atau dosis yang tidak tepat, terutama pada kondisi tertentu, dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi.

Kerugian ekonomi
Alih-alih membantu proses pengobatan, penggunaan obat palsu dapat membuat masyarakat mengeluarkan biaya tambahan karena pengobatan menjadi tidak efektif.

Jangan hanya lihat harga, cek sumbernya!

Kemudahan berbelanja secara daring memang memberikan banyak pilihan kepada masyarakat. Namun, kemudahan tersebut juga perlu diimbangi dengan kehati-hatian.

Sebelum membeli obat, pastikan produk berasal dari sumber yang legal dan dapat dipercaya. Jangan mudah percaya pada klaim berlebihan, harga yang tidak wajar, maupun penjual yang tidak jelas.

Masyarakat juga dapat memanfaatkan informasi resmi BPOM untuk mengetahui temuan obat palsu dan memperoleh informasi terkait produk yang perlu diwaspadai. 

Menemukan dugaan obat palsu? Jangan diam!

Masyarakat yang menemukan atau mencurigai adanya obat palsu dapat ikut berperan dalam pengawasan dengan menyampaikan laporan kepada BPOM melalui kanal pengaduan yang tersedia.

Semakin cepat informasi disampaikan, semakin cepat pula dugaan peredaran produk bermasalah dapat ditindaklanjuti.

Karena pengawasan obat bukan hanya tugas pemerintah. Masyarakat juga punya peran penting.

Mari menjadi konsumen yang lebih teliti sebelum membeli, lebih kritis sebelum menggunakan, dan lebih peduli ketika menemukan dugaan obat palsu.

Obat aman bukan soal harga paling murah.
Obat aman adalah obat yang jelas sumbernya, terjamin mutunya, dan digunakan dengan benar.

Yuk, bersama BBPOM di Denpasar wujudkan masyarakat yang cerdas memilih obat dan terlindungi dari obat palsu.

Cek sebelum beli. Pastikan sebelum konsumsi. Laporkan jika mencurigai.

Sarana