Intensifikasi Pengawasan Pangan Melalui TV dan Radio

08-07-2015 Denpasar Dilihat 1820 kali

Pangan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh setiap individu. Pangan yang menjadi objek pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan yang beranega ragam jenisnya membutuhkan perhatian yang lebih intensif terutama pada saat kebutuhan meningkat di hari Raya. Selain Lebaran di Bali juga ada hari besar keagaamaan yang membuat mekanisme perputaran roda pangan sangat cepat  terutama yang memiliki ijin edar P-IRT. Dari data pengawasan, setelah melaksanakan pengawasan langsung ke sarana seperti pasar dan pedagang musiman takjil, ditemukan beberapa makanan buka puasa yang mengandung rhodamin B dan Borax. Hal ini disampaikan oleh Kepala BBPOM di Denpasar Dra. Endang Widowati Apt.,pada acara Talkshow di media Bali TV pada tanggal 6 juli 2015 yang bertema Intensifikasi Pangan Aman dari Bahan Berbahaya.

Ibu Endang yang ditemani oleh narasumber yang intens terhadap penyuluhan masyarakat desa, Kepala seksi layanan Informasi Konsumen Made Ery Bahari, S.Si Apt menyampaikan hal-hal yang terkait pengawasan yang telah dilakukan oleh BBPOM di Denpasar terkait pangan yang dijual menjelang hari raya. Respon masyarakat yang luar biasa dapat dirasakan  dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul saat talkshow. Masih adanya anggapan bahwa wilayah pengawasan BBPOM adalah terhadap setiap pangan yang masuk ke mulut tercermin dari pertanyaan para konsumen. Hal ini menjadikan tantangan berat bagi BPOM. Publikasi melalui talkshow TV dan radio sangat penting dilakukan untuk sarana publikasi dan penyuluhan yang intensif tentang pengawasan yang telah dilaksanakan oleh BPOM. Dari Talkshow juga dapat mengedukasi masyarakat supaya menjadi konsumen yang cerdas sebelum mengkonsumsi pangan, kata pak made Ery.

Keesokan harinya, tanggal 7 Juli 2015, selain di Bali TV acara talkshow juga dilaksanakan di RRI. Di Radio pemerintah ini Bapak Made Ery  bersama narasumber lainnya Kepala Seksi Pemeriksaan  Ni Made Anggasari, S.Si., Apt, juga menyampaikan tentang intensifikasi pangan. Hari ranya Galungan dan Idul Fitri yang semakin dekat menggugah respon Badan POM terhadap pengawasan insidentil hari raya disamping pengawasan rutin yang tiada pernah terhenti. Sehingga “pangan aman dari berbahaya”yang menjadi salah satu tujuan utama dapat terwujud lebih cepat, sehingga Masyarakat Indonesia menjadi sehat.

BBPOM di Denpasar

Sarana