Dinas Kesehatan Provinsi Bali bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI, mengadakan kegiatan Higiene Sanitasi Pangan Siap Saji dalam rangka Inventarisasi dan Penetapan Kabupaten/Kota dalam Pembinaan dan Pengendalian Faktor Risiko Tempat Pengolahan Pangan yang Sehat. Kegiatan yang diselenggarakan selama 3 hari, yaitu 14 – 16 Maret 2013 dengan peserta dari dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota serta lintas sektor dari BBPOM di Denpasar, Biro Kesra Setda Prov.Bali, Bappeda, Poltekes Jurusan Gizi, KKP Denpasar, Dinas Pendidikan Prov. Bali serta PKK Prov. Bali. Narasumber dari Kemenkes RI, Dinkes Prov, Dikes Kab/Kota dan BBPOM.
Pemaparan kebijakan pengelolaan higiene sanitasi pangan siap saji serta hasil pengawasan yang telah dilaksanakan oleh dinas kesehatan maupun BBPOM disampaikan sebagai bahan diskusi untuk membuat Rencana Aksi Pengelolaan Higiene Sanitasi antara pusat dan daerah serta koordinasi antar instansi terkait di daerah.
Kepala Balai Besar POM di Denpasar, menyampaikan hasil pengawasan serta tindak lanjut yang telah dilakukan terhadap pangan siap saji yang disediakan di kantin sekolah, pasar tradisional, makanan berbuka puasa dan pangan produksi industri rumah tangga. Hasil pengawasan yang tidak memenuhi ketentuan telah disampaikan kepada instansi terkait seperti dinas kesehatan kab/kota serta disperindag maupun disdikpora. Dan diharapkan hasil tindaklanjut yang telah dilakukan oleh instansi tersebut ditembuskan kembali ke BBPOM sehingga dapat dilakukan pola pembinaan berikutnya.
Keterpaduan program antar instansi terkait sangat diperlukan sehingga pembinaan dan pengawasan bisa lebih maksimal dilakukan. Keterpaduan ini salah satunya melalui program Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) yang telah dibuatkan Surat Keputusan Gubernur.
Dengan koordinasi yang baik dan program-program yang telah dilaksanakan, diharapkan Pangan yang tersedia termasuk Pangan Siap Saji dibuat, disediakan dan dikemas secara higienis sehingga aman, bermutu dan bergizi.
BBPOM di Denpasar