Denpasar, 9 Agustus 2026 – Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Denpasar hadir dalam Kompetisi Mixology & Flair Bali 2026 yang diselenggarakan dalam rangkaian Hari Jadi Provinsi Bali Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Denpasar, yang disaksikan langsung oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster.
Kompetisi Mixology & Flair Bali 2026 menjadi ruang untuk memperlihatkan kreativitas dan keterampilan para bartender dalam mengolah serta menyajikan minuman berbasis produk lokal Bali. Kegiatan ini diikuti oleh 22 peserta dan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Gubernur Bali, OPD Provinsi Bali, pelaku usaha Arak Bali, asosiasi pariwisata, bartender, barista, chef, hingga komunitas flair bartender.
Dalam kompetisi tersebut, Arak yang telah memiliki NIE (Nomor Izin Edar) menjadi salah satu minuman yang digunakan sebagai bahan dalam kreativitas peserta. Kehadiran produk Arak Bali dalam ajang mixology menunjukkan semakin terbukanya ruang bagi produk lokal untuk dikembangkan dan diperkenalkan dalam industri pariwisata, khususnya sektor hospitality dan ekonomi kreatif.
Kepala BBPOM di Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa menyampaikan bahwa pengembangan Arak Bali perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan aspek keamanan, mutu, dan legalitas. Menurutnya, potensi Arak Bali sebagai produk khas daerah dapat terus dikembangkan apabila pelaku usaha mampu memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
“BBPOM di Denpasar siap mendukung pengembangan produk Arak Bali melalui pendampingan kepada pelaku usaha agar dapat memenuhi persyaratan keamanan dan mutu serta memperoleh izin edar sesuai dengan ketentuan dan persyaratan. Legalitas produk menjadi salah satu aspek penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat daya saing produk lokal Bali,” ujar Kepala BBPOM di Denpasar.
Kehadiran BBPOM di Denpasar dalam Kompetisi Mixology & Flair Bali 2026 juga menjadi bentuk dukungan terhadap sinergi lintas sektor dalam pengembangan ekosistem Arak Bali. Hal tersebut terlihat dari partisipasi berbagai unsur dalam kegiatan, termasuk Pemerintah Provinsi Bali, pelaku usaha Arak Bali, Asosiasi Tresnaning Arak Brem Bali, Asosiasi Koperasi Arak Bali, Asosiasi Bartender Indonesia, PHRI, Bali Tourism Board, Bali Villa Association, Indonesia Barista Association, Indonesian Chef Association, Bali Sommelier Association, serta berbagai komunitas bartender.
”Sinergi tersebut menjadi penting karena pengembangan Arak Bali berada pada irisan antara potensi budaya, industri, UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, dan komunitas, Arak Bali diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari identitas budaya, tetapi juga mampu berkembang sebagai produk lokal yang memenuhi ketentuan dan memiliki nilai ekonomi”. Demikian disampaikan oleh Gubernur Bali saat menutup acara dengan pengumuman 3 peserta terbaik.
Kompetisi berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 16.00 WITA, dilanjutkan dengan hiburan Flair Show Tandem. Melalui momentum Kompetisi Mixology & Flair Bali 2026, BBPOM di Denpasar menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama pelaku usaha dalam mendorong produk lokal Bali agar semakin aman, bermutu, legal, dan berdaya saing.
Pendampingan terhadap pelaku usaha Arak Bali menjadi bagian dari upaya BBPOM di Denpasar dalam membangun ekosistem pengawasan obat dan makanan yang tidak hanya mengedepankan pengawasan, tetapi juga pembinaan dan fasilitasi. Dengan demikian, potensi produk lokal dapat berkembang secara bertanggung jawab sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian Bali.(EK)
Hadiri Kompetisi Mixology dan Flair Bali 2026, BBPOM di Denpasar Dorong Arak Bali Berdaya Saing dan Berizin
09-08-2026 Balai Besar/Balai POM Dilihat 294 kali