Semua diawali dari keluarga, terbentuknya anak bangsa yang mandiri dan sejahtera diawali dari keluarga yang sejahtera. Keluarga adalah pilar utama pembangunan sehingga keluarga harus mampu menjadi contoh positif dalam pembangunan karakter generasi bangsa Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Bali Mangku Pastika dalam sambutannya pada saat pembukaan perayaan Hari Keluarga Nasional ke-22 di Balai Budaya Kabupaten Klungkung hari Selasa, 11 Agustus 2015. Keikut sertaan Badan POM RI dalam hal ini Balai Besar POM di Denpasar dalam acara Pameran Hari Keluarga Nasional adalah cerminan kepedulian terhadap keluarga dan Bangsa, dalam bidang Ketahanan dan Keamanan Pangan Keluarga.
Tema utama yang dimunculkan oleh Balai Besar POM di Denpasar adalah tentang program New Inisiatif : Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) tahun 2015. GKPD yang mengambil lokasi binaan tiga desa di Kabupaten Klungkung ini disambut sangat baik dan positif oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Pembentukan Kader Keamanan Pangan dari beberapa komunitas seperti PKK, Karang Taruna, Guru, yang dilakukan oleh Badan POM tentang Keamanan Pangan adalah bagian dari Gerakan Keamanan Pangan di Desa Kamasan, Desa Kusamba dan Desa Takmung Kabupaten Klungkung. Pembinaan terhadap Keamanan dan Ketahanan Pangan Keluarga adalah sangat penting untuk menciptakan Ketahanan Nasional, sesuai dengan harapan Masyarakat Bali.
Pameran yang diikuti oleh pemerintah kab/Kota se-Bali, Dinas Kesehatan, BPJS dan instansi lainnya disambut baik oleh para pengunjung. Sampel Makanan, Kosmetik dan Obat Tradisional yang mengandung bahan berbahaya dipajang pada Stan Badan POM RI membuat para pengunjung memperoleh manfaat dan menambah wawasan tentang Keamanan Pangan, Kosmetik dan Obat tradisional yang beredar di pasaran. Di Lokasi pameran juga dilkukan pengujian menggunakan Rapid Test Kit terhadap beberapa sampel yang disampling di areal lokasi pameran dan diperoleh hasil masih adanya kerupuk yang mengandung borax dan rhodamin B, tetapi peningkatan hasil pengujian yang memenuhi syarat juga semakin membaik, terutama jajan begina bali yang biasanya positif menggandung Rhodamin B saat ini hasilnya sudah menunjukkan negatif.Hal ini menunjukkan hasil bahwa pelaku usaha sudah menyadari untuk menggunakan Pewarna Makanan.
BBPOM di Denpasar