Selangkah demi selangkah telah dilalui masyarakat di tiga desa di Kabupaten Klungkung, Bali. Desa Kamasan, Takmung dan Kusamba adalah tiga desa yang menjadi target Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) tahun 2015. Setelah proses Bimtek Komunitas, Badan POM merasakan sangat penting untuk melaksanakan survey kembali terhadap masyarakat yang telah mengikuti GAP Assesment dan Bimtek Komunitas. Hingga pada akhirnya pada tanggal 4, 5, dan 6 Agustus 2015 dilakukan Fasilitas Penerapan Keamanan Oleh para Kader GKPD dari kalangan PKK, Karang Taruna, Guru, Padagang Kreatif Lapangan (PKL) dan Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP).
Acara fasilitas ini dilaksanakan dengan kunjungan langsung ke rumah para kader PKK dan Karang Taruna, ke sekolah-sekolah tempat kader guru mengajar, meninjau kantin sekolah, meninjau para Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) serta Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP). Selama tiga hari survey,wawancara dan pengamatan langsung pada komunitas pelaku usaha IRTP, menunjukan hasil adanya perubahan yang bermakna, walaupun tidak total menunjukkan hasil terbaik secara kualitatif. Desa Kusamba yang dikenal sebagai produsen kue Bali Begina (Rengginang), yang sebelumnya menggunakan Rhodamin B sebagai merah, sudah mulai memahami bahwa harus dilakukan perubahan pemakaian pewarna yaitu dengan pewarna makanan. Selama 2 bulan terakhir terlihat adanya penurunan produksi kue begina yang berwarna merah, dan didominasi oleh produk kue begina berwarna putih dan coklat. Penggunaan kantong plastik pada pembuatan ketupat/lontong telah ditinggalkan di Desa Kamasan, dan mengganti dengan penggunaan janur serta daun.
Pikiran terbuka dari salah seorang kader di Desa Takmung, salah satu pemilik warung makan yang saat ini sudah tidak menggunakan melamin sebagai alat menghidangkan makanan panas siap saji, menyampaikan rasa terimakasih karena telah memberikan ilmu yang berharga, sehingga menambah wawasan tentang keamanan pangan khususnya di Desa Takmung. Kepala Desa masing-masing desa juga merasakan manfaat yang luar biasa dengan adanya kegiatan Gerakan Keamanan Pangan Desa, karena terlihat nyata perubahan perilaku yang positif tentang Keamanan Pangan. Kegiatan ini diakhiri dengan kesepakatan para kader untuk selalu mengingatkan seluruh warga untuk selalu menjaga Keamanan Pangan, berawal dari pribadi masing-masing untuk mewujudkan Desa Pangan Aman.
BBPOM di Denpasar