Denpasar – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar menggelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Balai Besar pada Senin (13/7/2026) sebagai momentum estafet kepemimpinan dalam memperkuat pelaksanaan tugas pengawasan Obat dan Makanan di Provinsi Bali. Jabatan Kepala Balai yang selama beberapa waktu diemban oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BBPOM di Denpasar, Made Ery Bahari, S.Si., Apt., secara resmi diserahterimakan kepada I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa, S.Si., Apt., MPPM sebagai Kepala Balai Besar POM di Denpasar, yang telah dilantik oleh Kepala Badan POM RI, Taruna Ikrar pada tanggal 2 Juli 2026 di Jakarta.
Prosesi sertijab diselenggarakan secara hybrid di Aula BBPOM di Denpasar dan diikuti secara daring oleh Deputi Bidang Penindakan BPOM RI, Irjen Pol. Tubagus Ade Hidayat, S.I.K., M.Sos. Kegiatan ini juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali serta para mitra strategis, di antaranya perwakilan Kejaksaan Tinggi Bali, Kepolisian Daerah Bali, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Program Studi Farmasi Universitas Udayana, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Daerah Bali, GP Farmasi Indonesia Daerah Bali, Persatuan Kosmetik Indonesia Daerah Bali, Asperindo DPW Bali, Aprindo Daerah Bali, media massa, Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan BBPOM di Denpasar, serta seluruh pegawai BBPOM di Denpasar yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring.
Dalam sambutannya, Plt. Kepala BBPOM di Denpasar Made Ery Bahari, S.Si., Apt. menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan atas sinergi dan dukungan yang telah terjalin selama masa kepemimpinannya. Ia juga memperkenalkan Kepala Balai Besar POM di Denpasar yang baru, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa, S.Si., Apt., MPPM, sebagai sosok yang memiliki rekam jejak dan pengalaman yang luas di lingkungan BPOM. Sebelum mengemban amanah sebagai Kepala BBPOM di Denpasar, beliau telah melaksanakan berbagai penugasan strategis, baik di Unit Pelaksana Teknis (UPT) maupun di unit pusat BPOM. Berbekal pengalaman tersebut, beliau dinilai memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap kebijakan, tata kelola organisasi, pengawasan Obat dan Makanan, serta penguatan sinergi lintas sektor.
Pada kesempatan tersebut, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa, S.Si., Apt., MPPM menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Bali. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, akademisi, organisasi profesi, pelaku usaha, media, dan seluruh mitra kerja merupakan kunci keberhasilan BBPOM di Denpasar dalam melaksanakan pengawasan Obat dan Makanan, pembinaan pelaku usaha, penegakan hukum, serta memberikan perlindungan yang optimal kepada masyarakat.
Ucapan selamat dan arahan juga disampaikan oleh Deputi Bidang Penindakan BPOM RI, Irjen Pol. Tubagus Ade Hidayat, S.I.K., M.Sos. Beliau menyampaikan keyakinannya bahwa pengalaman, kompetensi, dan kepemimpinan Kepala Balai yang baru akan semakin memperkuat kinerja BBPOM di Denpasar. Dalam arahannya, beliau mengingatkan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya ditentukan oleh kapasitas pribadi, tetapi juga oleh dukungan seluruh jajaran organisasi.
"Sebaik apa pun pemimpin, apabila tidak mampu membangun kebersamaan atau tidak mendapat dukungan dari rekan kerja dan seluruh pegawainya, maka tugas dan tanggung jawab organisasi tidak akan dapat dilaksanakan secara optimal," pesan Deputi Bidang Penindakan.
Melalui pesan tersebut, Deputi berharap seluruh pegawai BBPOM di Denpasar dapat memberikan dukungan penuh kepada Kepala Balai yang baru sehingga proses transisi kepemimpinan berjalan dengan baik dan seluruh program strategis BPOM dapat terus dilaksanakan secara optimal.
Momentum sertijab ini menjadi simbol kuatnya komitmen dan sinergi lintas sektor dalam mendukung pengawasan Obat dan Makanan di Provinsi Bali. Kehadiran unsur pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi profesi, akademisi, asosiasi pelaku usaha, media, serta seluruh insan BPOM menunjukkan bahwa perlindungan masyarakat melalui pengawasan Obat dan Makanan merupakan tanggung jawab bersama yang hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang erat dan berkelanjutan.
Dengan kepemimpinan yang baru, BBPOM di Denpasar diharapkan semakin adaptif, profesional, dan responsif dalam menghadapi berbagai tantangan pengawasan Obat dan Makanan, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat melalui pelayanan publik yang berkualitas serta sinergi yang semakin kokoh dengan seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Bali. Eka