Dharma Shanti Nyepi Sebagai Media Bbimbingan Teknis Mental Spiritual BBPOM di Denpasar

28-05-2014 Denpasar Dilihat 1965 kali

Kinerja sebagai insan Badan POM RI membutuhkan semangat dan loyalitas yang tinggi sudah tidak diragukan lagi. Keseharian pegawai di setiap Balai maupun di Badan POM akan sangat merasakan hari hari penuh dengan pekerjaan yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan. Untuk menjaga kestabilan kinerja ini, sangat diperlukan keseimbangan antara fisik, tenaga dan mental spiritual. Penyegaran rohani sangat diperlukan, selain untuk kesehatan fisik juga akan mempengaruhi kesehatan rohani keseluruhan.

 

Berkaitan dengan hal ini, pada hari Jumat 23 Mei 2014, Balai Besar POM di Denpasar melaksanakan refresh atau penyegaran spiritual dengan menghadirkan pembicara atau pembimbing rohani yang sudah tidak asing lagi dari Parisada Hindu Dharma Indonesia, Bapak Drs. I Ketut Wiana, M.Ag. Beliau adalah tokoh yang sering menjadi narasumber rohani di beberapa media cetak dan televisi serta pengarang buku-buku rohani.

 

Acara Bimbingan teknis mental spiritual ini dibuka secara resmi oleh Ibu plh. Kepala Balai Besar POM di Denpasar, Dra.Desak Ketut Andika Andayani, Apt. Dalam sambutannya ibu Desak sangat senang dan berharap banyak dengan penyegaran rohani ini, seluruh pegawai merasakan manfaatnya sehingga dapat mempertahankan kinerja selama ini yang telah dipandang baik dan meningkatkan menjadi lebih baik. Disamping itu Ibu Desak mengaharapkan terbentuk pola pikir-pola pikir sebagai mahluk Tuhan yang selalu jujur, iklas dan berkepribadian mulia sesuai ajaran agama dalam mengemban tugas mulia pemerintahan dan masyarakat.

 

Sementara itu terlihat seluruh pegawai larut dan menyimak dengan seksama isi dan makna dari topik yang diangkat yaitu “Makna Hari Raya Nyepi dan Wujud Nyata aplikasinya secara Profesional sebagai Pegawai BBPOM”. Beberapa pertanyaan diutarakan menambah hidupnya suasana. Bapak Ketut Wiana menyampaikan tentang kemuliaan sebagai seorang profesional Pengawas Obat dan Makanan, karena dalam kitab suci Hindu disebutkan, makanan adalah faktor utama pencerah jiwa manusia, bila makanan yang dimakan sehat, diperoleh dari sesuatu yang halal, terhindar dari bahan-bahan kimia berbahaya, maka selain fisik sehat, jiwa atau rohani manusia yang memakannya juga akan sehat. Demikianlah dikupas secara panjang lebar dan penuh makna kebaikan dan kebenaran (Satyam Siwam Sundaram). Acara penuh suka cita dan harapan semoga dapat memberikan inspirasi untuk kinerja yang semakin baik.

 

 

BBPOM di Denpasar

Sarana