Kabar membanggakan datang dari Jakarta. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar menorehkan prestasi sebagai Terbaik II Kategori Balai Besar POM atas pencapaian Skor Indeks Kualitas Data ASN dan pemanfaatan Document Management System (DMS), dalam ajang Penghargaan Indeks Kualitas Data (IKD) dan Pemanfaatan Document Management System (DMS) BKN yang digelar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Selasa (18/8/2026).
Piagam penghargaan bernomor KP.08.01.1.08.26.199 itu diserahkan langsung oleh Sekretaris Utama Badan POM RI, Irjen. Pol. Dr. Jayadi, S.I.K., M.H., kepada Kepala BBPOM di Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa, S.Si., Apt., MPPM, di tengah rangkaian acara yang disaksikan jajaran pimpinan Balai Besar POM se-Indonesia.
Penghargaan ini bukan sekadar simbol di atas kertas. Ia mencerminkan kerja senyap yang selama ini jarang disorot: ketertiban administrasi kepegawaian dan konsistensi menjaga kualitas data ASN secara digital. Di balik predikat Terbaik II ini, ada proses panjang optimalisasi Document Management System (DMS) yang dilakukan BBPOM di Denpasar sepanjang tahun 2026, mulai dari kelengkapan dokumen, akurasi data, hingga kedisiplinan pembaruan informasi kepegawaian secara berkelanjutan.
Piagam yang ditandatangani langsung oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., ini menegaskan bahwa transformasi digital di lingkup BPOM bukan lagi wacana, melainkan sudah menjadi budaya kerja yang diukur dan diapresiasi secara nasional. Predikat Terbaik II Kategori Balai Besar POM yang diraih BBPOM di Denpasar pun menjadi bukti nyata bahwa unit kerja di Bali ini mampu bersaing dan menunjukkan performa unggul di level nasional, tidak hanya dalam tugas pengawasan obat dan makanan, tetapi juga dalam tata kelola internal yang rapi dan akuntabel.
Data yang berkualitas adalah fondasi tata kelola yang akuntabel — dan BBPOM di Denpasar membuktikannya lewat prestasi ini.
Capaian ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi seluruh jajaran BBPOM di Denpasar untuk terus menjaga, bahkan meningkatkan kualitas tata kelola data dan administrasi kepegawaian ke depannya. Sebab di balik setiap dokumen yang tertib dan data yang akurat, ada fondasi kuat yang menopang kinerja pengawasan obat dan makanan agar terus dipercaya masyarakat. (Rie_)