Denpasar, 30 Juli 2026 — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Prioritas Nasional (ProPN) BPOM RI, yang mencakup Program Desa Pangan Aman Tahun 2026, Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan Tahun 2026, serta pengawalan Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas Tahun 2025, Kamis (30/7/2026). Kegiatan berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 08.00 WITA.
Monev ini merupakan rangkaian akhir dari kegiatan intervensi program keamanan pangan berbasis masyarakat yang telah berjalan sepanjang tahun, bertujuan mengetahui capaian program, mengidentifikasi kendala di lapangan, sekaligus merumuskan langkah perbaikan untuk keberlanjutan program ke depan.
Dalam laporannya, Kepala BBPOM di Denpasar menegaskan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar sekaligus bagian dari hak asasi manusia sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Pangan No. 18 Tahun 2012, sehingga pemerintah berkewajiban mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan, dan pemenuhan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu, dan bergizi seimbang. Merujuk PP No. 86 Tahun 2019, keamanan pangan didefinisikan sebagai kondisi dan upaya mencegah pangan dari cemaran biologis, kimia, maupun benda lain yang dapat membahayakan kesehatan, sekaligus menjadi salah satu unsur peningkatan daya saing produk untuk menembus pasar, termasuk pasar internasional.
Program keamanan pangan terpadu ini juga menjadi bentuk pelaksanaan Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2017 tentang Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan, yang mengamanatkan menteri, kepala badan, gubernur, bupati, dan wali kota untuk bersama-sama mengambil langkah strategis sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Kepala BBPOM di Denpasar juga menggarisbawahi pentingnya peningkatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat tentang bahaya penggunaan bahan berbahaya pada pangan, sehingga program ini perlu dilaksanakan secara berkesinambungan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi warga hingga tingkat perseorangan.
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, setelah sebelumnya diawali sambutan dari Kepala BBPOM di Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa, S.Si., Apt., MPPM. Dalam pembukaannya, Sekda Eddy Mulya menegaskan bahwa keamanan pangan bukan semata tanggung jawab satu instansi, melainkan gerakan bersama yang harus melibatkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, desa dan kelurahan, sekolah, pengelola pasar, hingga masyarakat itu sendiri.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran lintas sektor, di antaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dan Dinas Pendidikan Kota Denpasar. Turut hadir Kepala Desa Sumerta Kelod beserta Tim dan Kader Keamanan Pangan Desa, Lurah Peguyangan beserta Tim dan Kader Keamanan Pangan, kepala sekolah binaan program Pembudayaan Keamanan Pangan (di antaranya SD N 2 Penatih, SD N 5 Peguyangan, SD N 10 Pemecutan, SD N 2 Sesetan, SMP N 15 Denpasar, SMP PGRI 8 Denpasar, SMA N 5 Denpasar, dan MA Rare Muchtary), serta pengelola Pasar Tabanan, Pasar Padang Sambian, dan Pasar Kertha Waringin Sari.
Kepala BBPOM di Denpasar memaparkan, pada tahun 2026 intervensi keamanan pangan menyasar 1 (satu) desa yaitu Desa Sumerta Kelod dan 1 (satu) kelurahan yaitu Kelurahan Peguyangan. Angka ini melengkapi capaian sebelumnya, di mana pada 2014 BBPOM di Denpasar telah mengintervensi keamanan pangan di 5 (lima) desa lain di Kota Denpasar, yaitu Desa Sanur Kauh, Desa Sumerta, Desa Pemecutan Kaja, Desa Peguyangan Kangin, dan Desa Penatih.
Di jenjang pendidikan, program Pembudayaan Keamanan Pangan kini telah menjangkau 8 (delapan) sekolah dari jenjang SD hingga SMA/MA se-Kota Denpasar. Sementara di sektor pasar, intervensi tahun 2026 difokuskan pada Pasar Padangsambian, yang menariknya, pada tahun yang sama juga berhasil meraih Juara 1 Lomba Pasar Desa Kota Denpasar, menjadi bukti nyata bahwa pembinaan keamanan pangan berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pengelolaan pasar itu sendiri.
Usai sesi pembukaan dan foto bersama, agenda dilanjutkan dengan pemaparan hasil Monev Program Desa Pangan Aman, Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan, dan Pengawalan Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas oleh tim BBPOM di Denpasar. Sesi ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi terbuka bersama seluruh peserta untuk menyampaikan kendala, saran, dan masukan, sekaligus merumuskan rencana aksi masing-masing desa, sekolah, dan pasar guna mendukung keberlanjutan program keamanan pangan pada 2026.
Sebagai bentuk apresiasi, rangkaian acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada sekolah-sekolah yang telah berhasil melaksanakan program Pembudayaan Keamanan Pangan, diharapkan menjadi motivasi bagi sekolah lain di Kota Denpasar untuk turut membudayakan keamanan pangan di lingkungannya.
Lima Poin Hasil Monev 2026 sebagai Pijakan Langkah ke Depan
Dalam paparannya, tim BBPOM di Denpasar menyampaikan lima hasil dan rekomendasi utama dari kegiatan Monitoring dan Evaluasi tahun 2026. Pertama, perlunya penguatan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan dan keberlanjutan Program Desa Pangan Aman, Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan, serta Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas. Kedua, optimalisasi dan penguatan koordinasi, kemitraan, serta sinergi lintas sektor guna menjamin keberlangsungan program keamanan pangan.
Ketiga, penguatan komitmen seluruh anggota komunitas desa, sekolah, dan pasar beserta tim keamanan pangan dalam setiap program yang berjalan. Keempat, optimalisasi kegiatan bimbingan teknis dan pemberdayaan kader keamanan pangan, serta pengawalan berkelanjutan agar terwujud kemandirian komunitas terhadap keamanan pangan, khususnya di lingkungan sekolah. Kelima, peningkatan berbagai bentuk paparan melalui interaksi sosial maupun media, yang diyakini mampu mengubah faktor afektif, kognitif, dan kecenderungan bertindak masyarakat — semakin positif sikap terhadap keamanan pangan, semakin besar peluang perilaku tersebut benar-benar diimplementasikan.
Kelima poin ini menjadi pijakan bersama bagi seluruh pemangku kepentingan yang hadir untuk menyusun rencana aksi keamanan pangan yang lebih terarah pada tahun 2026.
Program Desa Pangan Aman, Sekolah Pembudayaan Keamanan Pangan, dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas merupakan bagian dari Program Prioritas Nasional BPOM RI yang menyasar langsung akar rumput, mendekatkan edukasi dan pengawasan keamanan pangan ke desa, sekolah, dan pasar tradisional sebagai titik-titik strategis interaksi masyarakat dengan pangan sehari-hari.
Melalui Monev ini, BBPOM di Denpasar bersama Pemerintah Kota Denpasar berharap sinergi lintas sektor yang telah terbangun dapat terus diperkuat, sehingga keamanan pangan benar-benar menjadi budaya yang hidup di tengah masyarakat, mewujudkan Kota Denpasar yang sehat, mandiri, dan terlindungi dari peredaran pangan yang tidak aman.
Menutup laporannya, Kepala BBPOM di Denpasar menyampaikan harapan agar kegiatan Monev ini dapat memberikan hasil maksimal bagi Kota Denpasar, dengan pesan yang disampaikan secara khas melalui untaian pantun bertema keamanan pangan, menegaskan semangat menjaga desa, sekolah, dan pasar bersama-sama agar masyarakat sehat dan terbebas dari cemaran pangan. (Rie_)