Dari Denpasar untuk Indonesia, Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan Benchmarking Pengelolaan Sampel Pihak Ketiga ke BBPOM Denpasar

26-08-2026 Balai Besar/Balai POM Dilihat 161 kali

Denpasar, 20 Agustus 2026 — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar menerima kunjungan kerja dari Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan (BPKOM) Badan POM RI, Kamis (20/8/2026). Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka benchmarking atau tukar pengalaman terkait pengelolaan layanan sampel pihak ketiga — salah satu bentuk layanan publik unggulan yang selama ini dijalankan BBPOM di Denpasar.

Fokus utama kunjungan adalah mempelajari secara langsung tata kelola penerimaan, pencatatan, hingga alur pengujian sampel obat dan makanan yang diajukan oleh pihak ketiga — baik dari pelaku usaha, instansi lain, maupun masyarakat umum yang membutuhkan layanan pengujian laboratorium. BPKOM ingin menyerap praktik baik (best practice) yang telah diterapkan BBPOM di Denpasar dalam mengelola layanan ini secara efisien, transparan, dan tetap mengedepankan mutu hasil pengujian.

Layanan sampel pihak ketiga merupakan salah satu wajah nyata pelayanan publik BPOM yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan pelaku usaha. Semakin baik tata kelola layanan ini, semakin cepat dan akurat pula hasil pengujian yang bisa diperoleh masyarakat maupun pelaku usaha, sehingga kepercayaan publik terhadap independensi dan profesionalisme laboratorium BPOM pun semakin terjaga. Melalui kegiatan ini, BPKOM berupaya memperkuat standar layanan yang mereka jalankan dengan merujuk pada praktik pengelolaan yang telah teruji di BBPOM di Denpasar.

Kunjungan ini melibatkan tim dari Balai Pengujian Khusus Obat dan Makanan Badan POM RI, yang diterima langsung oleh jajaran BBPOM di Denpasar untuk berbagi pengalaman teknis dan manajerial terkait pengelolaan layanan pengujian sampel.

Kegiatan berlangsung di Kantor BBPOM di Denpasar, mencakup sesi paparan, diskusi, hingga peninjauan langsung ke fasilitas dan alur layanan pengelolaan sampel pihak ketiga.

Hasil dari kegiatan benchmarking semacam ini pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kualitas layanan publik BPOM secara nasional. Ketika satu unit belajar dari praktik baik unit lain, standar pelayanan pun ikut terangkat secara merata — bukan hanya di satu daerah saja. Bagi masyarakat dan pelaku usaha, ini berarti proses pengujian sampel obat dan makanan yang semakin cepat, akurat, dan dapat diandalkan, di mana pun layanan tersebut diakses di seluruh Indonesia.

Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa BPOM terus mendorong budaya berbagi pengetahuan dan perbaikan berkelanjutan antar-unit kerja, sejalan dengan semangat mewujudkan layanan publik yang semakin profesional, transparan, dan berdampak langsung bagi kepercayaan masyarakat terhadap keamanan obat dan makanan di Indonesia.

Sarana