Cerdas Kelola Dapur: 4 Langkah Simpan Pangan dengan Benar untuk Cegah Food Waste

17-04-2026 Balai Besar/Balai POM Dilihat 147 kali

Menyimpan bahan pangan di rumah bukan sekadar rutinitas dapur biasa. Faktanya, metode penyimpanan yang keliru dapat mengancam kesehatan keluarga akibat kontaminasi bakteri berbahaya seperti Salmonella, E. coli, dan C. botulinum. Sebaliknya, dengan menerapkan suhu dan tata cara penyimpanan yang tepat, kita tidak hanya memperlambat pertumbuhan kuman penyakit, tetapi juga melakukan langkah nyata dalam mengurangi sampah pangan (food waste) di tingkat rumah tangga.

Agar kualitas gizi makanan tetap terjaga dan tidak ada bahan makanan yang terbuang sia-sia, berikut adalah 4 langkah strategis penyimpanan pangan aman yang dirilis oleh Badan POM RI:

1. Simpan Pangan Sesuai Suhu Penyimpanannya

Setiap jenis bahan makanan memiliki karakteristik suhu ideal untuk mencegah pembusukan dan pertumbuhan mikroba:

  • Makanan Panas: Harus tetap dijaga pada suhu 60°C atau lebih untuk menghindari pertumbuhan bakteri.

  • Bahan Segar & Siap Saji: Jangan biarkan daging, unggas, ikan, telur, pangan siap saji, atau makanan lain yang membutuhkan pendinginan berada di suhu ruangan selama lebih dari 2 jam. Batasi maksimal hanya 1 jam jika suhu ruangan di atas 32°C

  • Kulkas & Freezer: Pastikan termostat kulkas berfungsi dengan baik. Jaga suhu chiller/kulkas tetap ideal pada <4°C dan area freezer pada -18°C

2. Jauhkan Pangan dari Bahan Kimia Berbahaya

Keamanan pangan tidak hanya berbicara tentang bakteri, tetapi juga risiko kontaminasi zat kimia rumah tangga. Hindari menyimpan bahan makanan berdekatan atau dalam satu lemari dengan cairan pembersih, pewangi, disinfektan, maupun bahan kimia lainnya. Zat kimia tersebut berpotensi mencemari makanan melalui penguapan atau tumpahan yang tidak disengaja, sehingga memicu risiko keracunan berat.

3. Terapkan Prinsip FIFO atau FEFO

Untuk menghindari penumpukan bahan makanan yang berujung pada pembusukan, kelola urutan pemakaian dengan metode berikut:

  • FIFO (First In First Out): Gunakan bahan pangan yang dibeli atau disimpan terlebih dahulu.

  • FEFO (First Expired First Out): Prioritaskan produk yang memiliki masa kedalwarsa sudah paling dekat untuk segera diolah.

  • Pelabelan Mandiri: Jika kemasan makanan sudah dibuka dan dipindahkan ke wadah lain, beri label khusus yang berisi informasi tanggal pembelian atau tanggal kedaluwarsanya agar tetap terkontrol.

4. Pisahkan Makanan Mentah dan Makanan Matang

Guna menghindari terjadinya kontaminasi silang, pisahkan wadah untuk menaruh makanan mentah dengan makanan matang. Tempatkan makanan siap saji atau sisa makanan ke dalam wadah tertutup rapat agar tetap higienis dan memiliki daya tahan yang lebih lama saat disimpan.

Selain itu, lakukan pemeriksaan stok makanan secara berkala. Jika ditemukan makanan yang sudah berjamur, berlendir, atau mengeluarkan aroma tidak sedap (berbau), segera buang dan jangan sekali-kali dikonsumsi.

Menyimpan pangan dengan benar adalah kunci utama untuk memastikan hidangan yang kita konsumsi aman bagi tubuh sekaligus menekan angka food waste demi kelestarian lingkungan. Mari lebih bijak mengatur isi kulkas dan penyimpanan dapur kita mulai hari ini.

Sarana