Bukan Sekadar Pengganjal Lapar, Begini Cara Memilih Camilan yang Aman dan Sehat untuk Anak

15-09-2026 Balai Besar/Balai POM Dilihat 169 kali

Denpasar - Camilan sering kali menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian anak. Di sela waktu makan, saat bermain, belajar, hingga bepergian, camilan kerap menjadi pilihan untuk mengganjal rasa lapar. Namun, apakah setiap camilan yang disukai anak sudah aman dan baik untuk dikonsumsi?

Memilih camilan untuk anak ternyata tidak cukup hanya dengan mempertimbangkan rasa dan tampilannya. Kandungan gizi, bahan yang digunakan, jumlah gula dan garam, kebersihan penyajian, hingga izin edar juga perlu menjadi perhatian orang tua.

Badan Pengawas Obat dan Makanan mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dalam memilih camilan untuk anak. Langkah sederhana ini penting karena kebiasaan makan yang dibangun sejak dini turut berperan dalam mendukung tumbuh kembang dan kesehatan anak.

1. Pilih camilan yang bergizi dan seimbang

Camilan sebaiknya tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memberikan nilai gizi. Pilih camilan yang mengandung unsur karbohidrat, protein, dan lemak, serta dilengkapi vitamin dan mineral yang dapat diperoleh dari sayuran dan buah.

Pilihan sederhana seperti buah, olahan pangan yang mengandung protein, atau camilan dengan komposisi yang lebih beragam dapat menjadi alternatif dibandingkan camilan yang hanya tinggi gula atau garam.

2. Pastikan aman dan tidak mengandung bahan berbahaya

Orang tua juga perlu memastikan camilan yang diberikan kepada anak tidak mengandung bahan berbahaya yang dilarang digunakan pada pangan.

Beberapa bahan yang perlu diwaspadai antara lain asam borat, asam salisilat, kalium klorat, kloramfenikol, formaldehida, serta pewarna tekstil seperti rhodamin B yang dapat ditemukan pada pangan yang tidak memenuhi ketentuan.

Karena itu, jangan mudah tergiur dengan camilan yang memiliki warna sangat mencolok atau tampilan menarik tanpa memperhatikan keamanan produknya.

3. Batasi camilan tinggi gula dan garam

Camilan seperti permen, keripik, kue, minuman manis, dan berbagai makanan ringan lainnya dapat mengandung gula dan garam dalam jumlah yang perlu diperhatikan.

Orang tua dapat membiasakan anak mengonsumsi camilan secara bijak dan tidak menjadikan makanan atau minuman tinggi gula dan garam sebagai pilihan sehari-hari.

Ingat, camilan boleh, tetapi tetap perlu dibatasi.

4. Biasakan air putih sebagai minuman utama

Selain memperhatikan makanan, pilihan minuman juga tidak kalah penting.

Minuman manis sebaiknya tidak menjadi kebiasaan utama anak. Air putih dapat dibiasakan sebagai pilihan minuman utama untuk memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari.

Kebiasaan sederhana ini dapat dimulai dari keluarga dengan menyediakan air putih dan membiasakan anak memilihnya dibandingkan minuman berpemanis.

5. Jangan lupa periksa label dan komposisi

Sebelum membeli camilan kemasan, luangkan waktu sejenak untuk membaca label.

Perhatikan nama produk, komposisi, informasi pada label, serta keterangan lain yang tercantum pada kemasan. Dengan membaca label, orang tua dapat mengetahui lebih banyak tentang produk yang akan diberikan kepada anak dan menyesuaikannya dengan kebutuhan keluarga.

6. Sajikan dengan cara yang higienis

Camilan yang aman juga perlu disajikan dengan cara yang bersih.

Pastikan tangan, peralatan, tempat penyajian, serta lingkungan dalam kondisi higienis. Perhatikan pula waktu pemberian camilan dan sesuaikan dengan jadwal makan anak agar camilan tidak menggantikan makanan utama.

Aman pangannya, bersih penyajiannya, nyaman untuk keluarga.

7. Pastikan pangan olahan memiliki izin edar

Untuk pangan olahan dalam kemasan, masyarakat dapat memastikan produk telah memiliki izin edar sebelum membeli dan mengonsumsinya.

Masyarakat dapat melakukan pengecekan melalui cekBPOM atau aplikasi BPOM Mobile dengan mencari berdasarkan nomor registrasi, nama produk, atau nama merek.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan produk yang dipilih telah melalui proses pengawasan sesuai ketentuan.

Camilan Aman Dimulai dari Pilihan di Rumah

Memilih camilan yang aman dan sehat sebenarnya tidak harus rumit. Kebiasaan tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana: memilih camilan bergizi, membatasi gula dan garam, membiasakan air putih, membaca label, menjaga kebersihan penyajian, serta memastikan pangan olahan yang dikonsumsi telah terdaftar sesuai ketentuan.

Peran orang tua dan keluarga menjadi sangat penting karena anak belajar dari kebiasaan yang mereka lihat setiap hari. Apa yang tersedia di rumah, apa yang dipilih orang tua, dan bagaimana keluarga membiasakan pola makan sehat akan menjadi bagian dari pembentukan kebiasaan anak.

BPOM terus mendorong masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas, kritis, dan peduli terhadap keamanan pangan. Edukasi mengenai pemilihan camilan bukan hanya ditujukan bagi orang tua, tetapi juga dapat diterapkan oleh seluruh anggota keluarga, pengasuh, pendidik, maupun masyarakat yang berperan dalam menyediakan pangan bagi anak.

Karena camilan bukan sekadar pengganjal lapar. Pilihan camilan hari ini adalah bagian dari upaya menjaga kesehatan anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Yuk, mulai dari rumah. Pilih camilan yang aman, bergizi, dan bijak untuk anak.

Sarana