Kehadiran Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung pengembangan UMKM Bali agar semakin maju, aman, dan berdaya saing. Melalui kegiatan Uji Coba Program Penurunan Kemiskinan dan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat (PRO-KESRA) Produktif yang digelar di Universitas Udayana, Jimbaran, pada 13 Mei 2026, BBPOM di Denpasar turut aktif melakukan penguatan pendampingan UMKM menuju pemenuhan legalitas dan kesiapan memperoleh Nomor Izin Edar (NIE).
Kegiatan yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di Bali. Dalam kesempatan tersebut, BBPOM di Denpasar hadir tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra pendamping UMKM agar mampu menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan memiliki daya saing tinggi di pasaran.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi Program PRO-KESRA Produktif dan onboarding aplikasi SAPA UMKM sebagai upaya memperluas akses dukungan program kewirausahaan. BBPOM di Denpasar turut mendorong para pelaku usaha untuk memahami pentingnya legalitas produk serta penerapan standar keamanan pangan sebagai modal utama untuk berkembang dan memperluas pasar usaha.
Momentum kegiatan semakin kuat dengan pelaksanaan Akad Massal KUR bagi 1.000 UMKM ekonomi kreatif serta Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Bali Tahun 2026. Kehadiran BBPOM di Denpasar menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah dalam membantu UMKM tidak hanya mendapatkan akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan agar produk lokal mampu bersaing secara profesional dan terpercaya.
Melalui sinergi lintas sektor ini, BBPOM di Denpasar berharap semakin banyak UMKM Bali yang mampu naik kelas, memiliki legalitas resmi, dan siap menembus pasar yang lebih luas. Pendampingan yang dilakukan menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.