BIMTEK KOMUNITAS PASAR: BBPOM di Denpasar Dorong Pasar Aman dan Mandiri melalui Edukasi Keamanan Pangan

26-05-2026 Balai Besar/Balai POM Dilihat 216 kali

Pasar tradisional memiliki peran penting sebagai salah satu pusat peredaran pangan bagi masyarakat. Dalam rangka memperkuat keamanan pangan di lingkungan pasar, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar melaksanakan kegiatan Pembinaan Pedagang Pasar dan Penyuluhan Komunitas Pasar di Bale Desa Adat Padangsambian, Denpasar, Kamis (21/5). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Keamanan Pangan Terpadu yang sebelumnya telah diawali dengan kegiatan advokasi lintas sektor pada April 2026.

Kegiatan dihadiri oleh berbagai unsur komunitas pasar, mulai dari pengelola pasar, paguyuban pedagang, hingga para pedagang Pasar Padangsambian. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Pasar Desa Adat Padangsambian, Manggala BUPDA Padangsambian, Jero Bendesa Desa Adat Padangsambian, Lurah Padangsambian, serta perwakilan lintas sektor terkait sebagai bentuk dukungan bersama dalam mewujudkan pasar pangan aman berbasis komunitas.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan dilanjutkan dengan pembukaan acara yang berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Acara secara resmi dibuka oleh Ketua Tim Program Nasional BBPOM di Denpasar, Putu Riana Suastari Rahayu, S.Farm., Apt., M.Si. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembinaan dan edukasi terkait pentingnya penerapan keamanan pangan di lingkungan pasar tradisional.

Materi penyuluhan disampaikan oleh narasumber dari BBPOM di Denpasar dan Dinas Kesehatan Kota Denpasar yaitu Putu Dezy Kartika Putri P, S.Tr.Kes., selaku Penelaah Teknis Kebijakan. Adapun materi yang diberikan meliputi keamanan pangan pasar, penerapan 5 Kunci Keamanan Pangan di sarana ritel, pentingnya izin edar dan cek KLIK, serta pengenalan bahan berbahaya yang dilarang digunakan pada pangan.

Kegiatan juga diisi dengan demonstrasi penggunaan test kit untuk mendeteksi kandungan bahan berbahaya pada pangan seperti formalin, boraks, dan rhodamin B. Demonstrasi tersebut menarik perhatian peserta karena memberikan gambaran secara langsung mengenai pengujian sederhana yang dapat dilakukan untuk mengenali pangan yang tidak aman.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Para pedagang tampak aktif mengajukan pertanyaan terkait keamanan pangan, penggunaan bahan tambahan pangan, hingga cara memilih dan menjual produk pangan yang aman bagi masyarakat.

Melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan komunitas pasar ini, diharapkan para pedagang dan komunitas pasar dapat semakin memahami pentingnya keamanan pangan serta mampu menerapkan praktik pangan aman secara mandiri di lingkungan pasar tradisional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah kolaboratif dalam mendukung terwujudnya pasar tradisional yang aman, sehat, dan terpercaya bagi masyarakat.

Sarana