Denpasar – Di era digital yang serba cepat, media sosial tidak lagi sekadar menjadi sarana berbagi informasi, tetapi juga menjadi wajah personal dan organisasi. Menyadari hal tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Denpasar menggelar Bimbingan Teknis (BIMTEK) Media Sosial dengan mengusung tema “Bijak Bermedsos, Tingkatkan Personal dan Organisasi Branding.”
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran yang inspiratif dan aplikatif untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan media sosial agar lebih strategis, relevan, dan berdampak. BIMTEK menghadirkan narasumber, Dinar A. Hadi, seorang professional trainer, praktisi komunikasi, public speaking, dan leadership yang dikenal dengan gaya penyampaian yang energik, kontekstual, dan mudah dipahami.
Dalam pemaparannya, Dinar A. Hadi mengajak peserta untuk memahami bahwa konten digital yang efektif harus berangkat dari pemahaman audiens. Mulai dari mengenali persona, menentukan angle komunikasi, hingga memilih format konten yang tepat agar pesan dapat tersampaikan dengan kuat dan membangun kepercayaan publik. Ia menekankan bahwa branding personal dan organisasi dibangun dari konsistensi, relevansi, serta cara berinteraksi dengan audiens di ruang digital.
Materi BIMTEK juga mengulas perkembangan era digital dari product centric hingga human centric dan AI driven, pentingnya storytelling, penggunaan hook yang tepat, serta dominasi konten video sebagai format yang memiliki tingkat interaksi tinggi di media sosial. Peserta diajak untuk tidak sekadar membuat konten yang informatif, tetapi juga menghibur, menginspirasi, meyakinkan, dan mengedukasi.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi, studi kasus, dan contoh-contoh konten yang dekat dengan keseharian pengelolaan media sosial institusi. Peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, terutama saat membahas strategi membangun pesan kunci, call to action, serta manajemen konten agar selaras dengan citra dan nilai organisasi.
Melalui BIMTEK Media Sosial ini, BBPOM di Denpasar menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan digital serta memperkuat peran media sosial sebagai sarana edukasi publik yang kredibel, humanis, dan berdampak. Diharapkan, kemampuan bermedia sosial yang bijak dapat semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BPOM sekaligus memperkuat branding personal dan organisasi di ruang digital.