Pada bulan Juli ini, selain Hari raya Idul Fitri, di Bali juga ada hari besar keagaamaan yaitu Hari Raya Galungan yang membuat paradigma perputaran roda pangan sangat cepat terutama pangan siap saji yang digunakan sebagai sesajen/sesembahan. Demikian pula dengan makanan siap saji / takjil buka puasa yang selalu digelar dan dijajakan menjelang buka puasa. Dari data pengawasan, setelah melaksanakan pengawasan langsung ke sarana seperti pasar dan pedagang musiman takjil, ditemukan beberapa makanan buka puasa yang mengandung rhodamin B dan Borax. Hal ini disampaikan oleh Kepala BBPOM di Denpasar Endang Widowati pada acara Talkshow di televisi atas undangan Bali TV pada program acara PRITA (Perempuan Dalam Berita) pada tanggal 13 juli 2015 yang bertema “Belanja Pintar Makanan bebas bahan Berbahaya “.
Kepala BBPOM di Denpasar menyampaikan hal-hal yang terkait pengawasan yang telah dilakukan oleh BBPOM di Denpasar terkait pangan yang dijual menjelang hari raya, disamping juga pengawasan rutin yang terjadwal yang setiap hari dilakukan. Respon masyarakat yang luar biasa dapat disaksikan dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul saat talkshow. Masyarakat yang memiliki keinginan sangat besar untuk membuat masyarakat terbebas dari mengkonsumsi makanan mengandung bahan berbahaya bersinergi dengan Misi Badan POM. Program Gerakan Keamanan Pangan Desa yang langsung menyentuh lapisan masyarakat dengan membentuk kader Keamanan Pangan Desa juga selintas disampaikan oleh Kepala BBPOP di Denpasar, sehingga penanya memahami banyaknya program yang telah dilaksanakan oleh BBPOM yang sudah langsung bersentuhan dengan masyarakat pedesaan. Publikasi melalui talkshow TV dan radio sangat penting dilakukan untuk sarana publikasi dan penyuluhan yang intensif tentang pengawasan yang telah dilaksanakan oleh BPOM. Dari Talkshow juga dapat mengedukasi masyarakat supaya menjadi konsumen yang cerdas sebelum membeli dan mengkonsumsi pangan, sehingga menjadi pribadi yang sehat.
BBPOM di Denpasar