BBPOM di Denpasar Raih Juara 2 UPT Terbaik, Perkuat Gerakan 1.000 Kader untuk Pangan Aman Berbahasa Daerah

20-10-2026 Balai Besar/Balai POM Dilihat 25 kali

Jakarta - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Denpasar meraih penghargaan Juara 2 UPT Terbaik dalam Pengawalan Program Gerakan 1.000 Kader untuk Pangan Aman Menggunakan Bahasa Daerah pada ajang Penghargaan BPOM Tahun 2026. Penghargaan tersebut diserahkan di Jakarta pada Selasa (20/10/2026) sebagai bentuk apresiasi atas upaya pengawalan program yang mendorong edukasi keamanan pangan lebih dekat dengan masyarakat melalui pendekatan bahasa daerah.

Penghargaan ini menjadi motivasi bagi BBPOM di Denpasar untuk terus memperluas jangkauan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) keamanan pangan dengan pendekatan yang kontekstual, inklusif, dan mudah dipahami. Penggunaan bahasa daerah menjadi salah satu strategi penting untuk menjembatani informasi teknis keamanan pangan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, sehingga pesan yang disampaikan tidak hanya dipahami, tetapi juga diharapkan diterapkan dalam memilih dan mengonsumsi pangan.

Gerakan 1.000 Kader untuk Pangan Aman merupakan upaya membangun partisipasi masyarakat melalui kader yang memiliki pengetahuan dan kepedulian terhadap keamanan pangan. Kader diharapkan menjadi penggerak edukasi di lingkungan masing-masing, menyampaikan informasi yang benar, serta mendorong kebiasaan memilih pangan yang aman. Dengan dukungan kader, edukasi dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat melalui komunikasi yang akrab dengan bahasa, budaya, dan kondisi setempat.

Bagi masyarakat Bali yang memiliki kekayaan bahasa dan tradisi lokal, pendekatan edukasi berbasis bahasa daerah memiliki nilai strategis. Informasi mengenai pemilihan pangan yang aman, pengenalan potensi bahaya pangan, serta pentingnya menerapkan perilaku aman dalam pengolahan dan konsumsi pangan dapat disampaikan dengan cara yang lebih komunikatif. Pendekatan ini diharapkan memperkuat pemahaman lintas generasi, sekaligus menumbuhkan kepedulian bersama terhadap pangan yang aman.

Pengawalan program juga menjadi bagian penting untuk memastikan pembinaan kader tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi berlanjut pada penerapan pengetahuan dan penyebarluasan informasi di masyarakat. Kader yang teredukasi diharapkan mampu menjadi mitra dalam membangun budaya keamanan pangan, mulai dari lingkungan keluarga, komunitas, hingga kelompok masyarakat yang lebih luas.

Capaian Juara 2 UPT Terbaik ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan edukasi keamanan pangan membutuhkan kolaborasi dan partisipasi aktif berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah, kader, komunitas, dan masyarakat menjadi modal penting untuk meningkatkan kesadaran terhadap risiko pangan yang tidak aman serta mendorong perilaku yang lebih bertanggung jawab dalam memilih dan mengonsumsi pangan.

BBPOM di Denpasar berkomitmen untuk terus memperkuat pengawalan program, meningkatkan kualitas edukasi, dan mendorong peran kader sebagai penghubung informasi keamanan pangan kepada masyarakat. Penghargaan ini diharapkan menjadi penyemangat untuk menghadirkan program yang semakin berdampak, menjangkau lebih banyak masyarakat, serta mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat dan terlindungi.

Bersama kader dan masyarakat, BBPOM di Denpasar terus bergerak mewujudkan budaya pangan aman melalui edukasi yang dekat, mudah dipahami, dan berkelanjutan.

 

Sarana