BBPOM di Denpasar Perkuat Agen Perubahan Desa melalui Bimtek Kader Keamanan Pangan Desa

25-05-2026 Balai Besar/Balai POM Dilihat 202 kali

Denpasar - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pangan aman di tingkat masyarakat melalui kegiatan Pelatihan Kader Keamanan Pangan Desa yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh kader dari Kelurahan Peguyangan dan Desa Sumerta Kelod Kota Denpasar sebagai ujung tombak edukasi keamanan pangan di lingkungan masing-masing.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Program Prioritas Nasional BBPOM di Denpasar, Putu Riana Suastari Rahayu, S.Farm., Apt., M.Si. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa kader keamanan pangan memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan yang aman, sehat, dan bergizi.

“Keamanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, termasuk kader di desa yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” ungkapnya.

Pelatihan berlangsung interaktif dengan menghadirkan narasumber dari lintas sektor guna memperkuat sinergi program keamanan pangan di daerah. Materi mengenai Sinergisme Program pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar dengan Program Desa Pangan Aman disampaikan oleh Kepala Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Ekonomi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar, Ida Bagus Wirama Puja Manuaba, S.Kom., MM.Kom.

Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat desa untuk menciptakan lingkungan pangan yang aman dan berkelanjutan.

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi terkait Penerbitan Izin PIRT dan Sertifikat Laik Sehat yang disampaikan oleh Tenaga Sanitasi Lingkungan Ahli Madya Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Ida Bagus Ketut Giri Manuaba, S.KM., M.Kes. Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya legalitas dan higienitas produk pangan sebagai bentuk perlindungan bagi konsumen.

Tim BBPOM di Denpasar turut memberikan berbagai materi edukatif lainnya, mulai dari keamanan pangan dan konsumsi pangan aman bergizi, penerapan 5 Kunci Keamanan Pangan untuk keluarga, sekolah, ritel, dan siap saji, hingga edukasi pencegahan serta penanganan keracunan pangan melalui pemanfaatan aplikasi keamanan pangan.

Tak hanya itu, peserta juga dibekali materi mengenai stunting dan keamanan pangan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asupan pangan aman dan bergizi sejak dini guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Suasana pelatihan semakin hidup saat sesi micro teaching, dimana para kader diberikan kesempatan melakukan simulasi praktik edukasi keamanan pangan. Melalui sesi ini, peserta dilatih untuk percaya diri menyampaikan informasi kepada masyarakat di desa masing-masing.

Kegiatan ditutup dengan pelaksanaan post-test sebagai evaluasi pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan selama pelatihan.

Melalui kegiatan ini, BBPOM di Denpasar berharap para kader keamanan pangan desa dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyebarluaskan edukasi keamanan pangan kepada masyarakat, sehingga tercipta budaya konsumsi pangan yang aman, sehat, dan berkualitas di lingkungan desa.

Sarana