BBPOM DI DENPASAR KEMBALI PASTIKAN KEAMANAN PANGAN DI PESTA KESENIAN BALI XLVIII 2026 MELALUI PENGAWASAN KLoter II

02-07-2026 Balai Besar/Balai POM Dilihat 159 kali

Denpasar, 2 Juli 2026 – Ribuan pengunjung yang memadati arena kuliner Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 kembali mendapat jaminan keamanan pangan melalui kegiatan pengawasan terpadu yang dilaksanakan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar. Pengawasan ini merupakan bagian dari komitmen BBPOM di Denpasar untuk memastikan setiap pangan yang beredar selama penyelenggaraan PKB memenuhi aspek keamanan, sehingga masyarakat dapat menikmati beragam kuliner khas Bali dengan rasa aman dan nyaman.

Kegiatan pengawasan dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi langkah preventif dalam menjaga kualitas pangan yang diperdagangkan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan yang beredar pada salah satu agenda budaya terbesar di Bali.

Pada pengawasan kloter II ini, tim mengambil 18 sampel pangan siap saji dari berbagai stan kuliner di kawasan Art Centre Denpasar. Seluruh sampel kemudian diuji secara cepat (rapid test) terhadap empat parameter bahan berbahaya yang dilarang digunakan dalam pangan, yaitu boraks, formalin, Rhodamin B, dan Methanil Yellow.

Berdasarkan hasil pengujian, seluruh sampel dinyatakan negatif mengandung bahan berbahaya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pangan siap saji yang dijual di area kuliner PKB XLVIII Tahun 2026 memenuhi aspek keamanan dari parameter bahan berbahaya yang diuji, sehingga masyarakat dapat menikmati sajian kuliner dengan lebih tenang.

Pengawasan keamanan pangan selama penyelenggaraan PKB tidak hanya bertujuan menemukan adanya penyimpangan, tetapi juga menjadi upaya edukatif bagi pelaku usaha agar terus menerapkan praktik pengolahan pangan yang baik dan bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini, pelaku usaha didorong untuk mempertahankan kualitas produknya, menggunakan bahan baku yang aman, serta mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pangan.

Selain itu, kehadiran BBPOM di Denpasar di tengah masyarakat memberikan manfaat nyata berupa perlindungan kesehatan konsumen sejak dini. Pengawasan secara berkala mampu meminimalkan risiko paparan bahan berbahaya pada pangan, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilih pangan yang aman, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap berbagai produk kuliner lokal yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Bali.

BBPOM di Denpasar akan terus berkomitmen melaksanakan pengawasan pangan secara berkelanjutan pada berbagai kegiatan masyarakat, khususnya pada event berskala besar yang melibatkan banyak pelaku usaha pangan. Melalui pengawasan yang konsisten, diharapkan tercipta pangan aman, bermutu, dan berdaya saing, sehingga setiap perhelatan budaya tidak hanya menjadi ruang pelestarian tradisi, tetapi juga menghadirkan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

Sarana