BBPOM di Denpasar Dukung Penguatan Kurikulum Bioteknologi UNDHIRA dan Hilirisasi Hasil penelitian.

11-09-2026 Balai Besar/Balai POM Dilihat 132 kali

Badung, 4 September 2026 – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Denpasar turut hadir dan memberikan pendampingan kepada Universitas Dhyana Pura (UNDHIRA) dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pembahasan dan pengembangan kurikulum Program Studi Biologi Fakultas Kesehatan, Sains dan Teknologi UNDHIRA yang dilaksanakan di Kabupaten Badung, Bali. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia industri, serta peluang pengembangan kewirausahaan dan hilirisasi hasil inovasi di bidang bioteknologi.

”Program Studi Biologi UNDHIRA telah memperoleh izin penyelenggaraan sejak 7 Juli 2011. Seiring dengan perkembangan kebutuhan keilmuan dan tuntutan dunia kerja, UNDHIRA memandang perlu melakukan penyesuaian terhadap kurikulum Program Studi Biologi. Konsentrasi keilmuan pada kurikulum baru diarahkan pada bidang Bioteknologi, dengan rencana rebranding menjadi Jurusan Bioteknologi Program Studi Biologi Fakultas Kesehatan, Sains dan Teknologi UNDHIRA, yang memiliki dua bidang minat, yaitu Bioteknologi Kesehatan dan Pangan serta Biologi Lingkungan”. Demikian disampaikan oleh Dr. Ni Made Diana Erfiani, S.S., M.Hum. Wakil Rektor I Bidang Akademik, Riset dan Inovasi Universitas Dhyana Pura.

Dalam FGD tersebut, Kepala BBPOM di Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa, S.Si.,Apt.,MPPM, memberikan masukan agar penguatan kurikulum dapat mempertimbangkan mata kuliah yang berkaitan dengan Bioteknologi Pangan dan Rekayasa Genetika Produk Pangan. Penguatan kompetensi tersebut diharapkan dapat memperluas peluang lulusan untuk berkarier di industri pangan olahan maupun menjadi entrepreneur di bidang pangan berbasis teknologi, sehingga mampu menghasilkan produk yang inovatif, aman, bermutu, memenuhi ketentuan regulasi, dan memiliki daya saing global.

Ketua Tim Sertifikasi BBPOM di Denpasar, Putu Ekayani juga menyampaikan kesiapan untuk mendukung proses hilirisasi inovasi yang dikembangkan oleh sivitas akademika dan inkubator bisnis UNDHIRA. Pendampingan dapat dilakukan dalam pemenuhan aspek keamanan dan mutu serta proses perizinan hingga produk memenuhi persyaratan dan memperoleh Nomor Izin Edar (NIE) sesuai kategori produknya. Sinergi ini diperkuat dengan adanya MoU antara BBPOM di Denpasar dan LPPM UNDHIRA, sehingga produk yang dihasilkan melalui inkubator bisnis UNDHIRA dapat memperoleh pendampingan dalam proses hilirisasi dan pemenuhan aspek regulatori.

Kolaborasi antara BBPOM di Denpasar dan UNDHIRA diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan dan inovasi yang menghubungkan pembelajaran, penelitian, inovasi, kewirausahaan, industri, dan regulasi. Sinergi tersebut menjadi langkah nyata dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, inovatif, berdaya saing, serta mampu menghasilkan produk berbasis bioteknologi yang aman, bermutu, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(EK)

 

Sarana