Denpasar – Dalam rangka mendukung percepatan transformasi digital serta meningkatkan efektivitas pemanfaatan teknologi informasi dalam pelaksanaan tugas pengawasan Obat dan Makanan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar menerima kegiatan Pendampingan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dari Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan (Pusdatin) Badan POM pada tanggal 3–4 Juni 2026.
Rangkaian kegiatan hari pertama dibuka oleh Pelaksana Tugas Kepala BBPOM di Denpasar, Made Ery Bahari Hantana, S.Si., Apt. Dalam arahannya, beliau menyampaikan pentingnya transformasi digital sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pengawasan dan pelayanan publik. Pemanfaatan teknologi informasi menjadi salah satu kunci untuk menghadirkan proses kerja yang lebih cepat, efisien, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.
Pada kesempatan tersebut, tim Pusdatin BPOM yang diwakili oleh Ade Restu Pahlawan, S.Kom. menyampaikan materi terkait pemanfaatan Sistem Informasi Pelaporan Terpadu (SIPT) versi 3.0. SIPT merupakan portal pengawasan terpadu Obat dan Makanan yang digunakan dalam mendukung berbagai proses pengawasan, antara lain pemeriksaan sarana, sampling dan pengujian, pengawasan iklan, serta penandaan produk.
Melalui pengembangan SIPT versi terbaru, Badan POM terus memperkuat ekosistem pengawasan digital yang lebih terintegrasi. Penyempurnaan fitur dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung kebutuhan unit teknis dan UPT, termasuk dalam proses monitoring, evaluasi, serta tindak lanjut hasil pengawasan.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab bersama pegawai BBPOM di Denpasar. Berbagai masukan terkait pemanfaatan SIPT, kebutuhan pengembangan fitur, kendala teknis, serta optimalisasi aplikasi pusat lainnya dibahas secara langsung bersama tim Pusdatin.
Salah satu diskusi teknis disampaikan oleh I Putu Yogi Budi Irawan, S.Farm., Apt. terkait peluang pemanfaatan Application Programming Interface (API) SIPT. Pertanyaan tersebut berangkat dari kebutuhan pengelolaan data laboratorium, dimana beberapa data yang telah tersedia pada SIPT masih perlu dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan monitoring dan evaluasi internal.
Dengan adanya mekanisme integrasi melalui API, diharapkan proses pengelolaan data dapat berjalan lebih efektif, mengurangi penginputan data secara berulang, serta mendukung pemanfaatan data yang lebih optimal dalam proses kerja sehari-hari.
Menanggapi hal tersebut, tim Pusdatin menjelaskan bahwa pengelolaan integrasi dan pemanfaatan data Badan POM diarahkan melalui Satu Data POM (satudata.pom.go.id) sebagai portal pengelolaan data terintegrasi. Melalui mekanisme tersebut, unit kerja dapat mengajukan kebutuhan akses maupun pemanfaatan data sesuai kebutuhan dengan tetap memperhatikan tata kelola data, keamanan informasi, dan keterpaduan sistem.
Diskusi tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara pengguna aplikasi di UPT dan pengembang sistem di pusat. Masukan dari pengguna menjadi bagian penting dalam pengembangan aplikasi agar sistem informasi Badan POM semakin adaptif dan sesuai dengan kebutuhan operasional di lapangan.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan arahan dari Kepala Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan, Abdurrochman Indrajaya Sukma, S.Kom., M.Kom., didampingi oleh Pelaksana Tugas Kepala BBPOM di Denpasar, Made Ery Bahari Hantana, S.Si., Apt.
Dalam sesi tersebut dilakukan pembahasan dan evaluasi terkait berbagai aplikasi pusat yang digunakan oleh seluruh UPT Badan POM. Melalui kegiatan dengar pendapat, pegawai BBPOM di Denpasar berkesempatan menyampaikan pengalaman, tantangan, serta masukan terhadap penggunaan aplikasi digital yang mendukung pelaksanaan tugas pengawasan.
Kegiatan ini menjadi wadah komunikasi antara Pusdatin dan UPT dalam memastikan pengembangan sistem informasi berjalan sesuai kebutuhan pengguna, sekaligus mendukung penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di lingkungan Badan POM.
Pada pertengahan sesi, turut dipaparkan inovasi SMART PADMA (Sistem Monitoring Administrasi dan Reminder Terintegrasi bagi Pelayanan Digital Prima) oleh I Nyoman Indra Darmawan, S.TI. SMART PADMA merupakan pengembangan layanan digital BBPOM di Denpasar berbasis integrasi sistem dan WhatsApp Gateway yang mendukung komunikasi, monitoring, serta pengiriman notifikasi otomatis.
Berbeda dengan layanan pengiriman pesan pada umumnya, SMART PADMA dikembangkan dengan pendekatan yang lebih luas melalui pemanfaatan WhatsApp Bot dan teknologi Artificial Intelligence (AI). Sistem ini mampu membantu mengklasifikasikan pertanyaan yang masuk, memahami kebutuhan pengguna, serta memberikan respons awal berdasarkan basis informasi yang tersedia.
Implementasi PADMA telah digunakan di lingkungan BBPOM di Denpasar dan juga telah dimanfaatkan oleh salah satu pegawai di Balai POM di Ende sebagai dukungan dalam pengiriman notifikasi layanan. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan pada tingkat UPT memiliki peluang untuk direplikasi dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Konsep PADMA sejalan dengan rencana pengembangan layanan digital Pusdatin BPOM, khususnya dalam mendukung kebutuhan pengiriman notifikasi berbasis WhatsApp pada aplikasi pusat. Dengan tetap menggunakan nomor pengirim dari masing-masing UPT, komunikasi kepada masyarakat maupun pelaku usaha diharapkan menjadi lebih mudah dikenali, terpercaya, dan tetap menghadirkan kedekatan layanan.
Pengembangan layanan digital juga tidak hanya menitikberatkan pada teknologi, tetapi tetap memperhatikan aspek humanis dalam pelayanan. Efisiensi proses kerja, optimalisasi sumber daya, serta efisiensi anggaran menjadi bagian penting dalam menghadirkan inovasi yang berkelanjutan.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Kepala Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan menyampaikan paparan terkait perkembangan dan arah pemanfaatan Artificial Intelligence di lingkungan Badan POM. Pemanfaatan AI diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas layanan, pengolahan informasi, analisis data, serta pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat.
Arah pengembangan tersebut sejalan dengan inovasi SMART PADMA yang telah mulai mengimplementasikan teknologi AI dalam pelayanan digital. Ke depan, kolaborasi antara Pusdatin BPOM dan BBPOM di Denpasar diharapkan dapat terus diperkuat sehingga berbagai inovasi digital dapat dikembangkan secara terintegrasi dan memberikan manfaat bagi seluruh UPT Badan POM.
Melalui kegiatan Pendampingan TIK ini, BBPOM di Denpasar bersama Pusdatin BPOM menunjukkan komitmen bersama dalam membangun transformasi digital pengawasan Obat dan Makanan yang modern, adaptif, efisien, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Indra)