Denpasar, 30 Juli 2025 - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Denpasar kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan pengawasan pangan berbasis komunitas dengan menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Desa Pangan Aman, Sekolah PJAS, dan Pasar Aman Berbasis Komunitas.
Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting, namun tetap berlangsung khidmat dan penuh antusiasme dari seluruh peserta yang terdiri dari perwakilan lintas sektor, kepala desa, kepala sekolah, dan pengelola pasar dari wilayah intervensi program tahun 2025.
Mewakili Bupati Kabupaten Tabanan, kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tabanan, I Nyoman Gede Gunawan, S.Sos., M.Si., didampingi oleh Kepala BBPOM di Denpasar, Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt.
Dalam sambutannya, I Nyoman Gede Gunawan menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata BBPOM di Denpasar dalam mendampingi dan membina desa, sekolah, dan pasar dalam upaya mewujudkan pangan yang aman dan bermutu. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan kesinambungan program sebagai bagian dari ketahanan pangan lokal yang kokoh.
Memasuki sesi utama, Ketua Tim Program Prioritas Nasional (ProPN), Ibu Putu Riana Suastari Rahayu, S.Farm., Apt., M.Si., memaparkan hasil monitoring dan evaluasi dari kegiatan intervensi selama tahun 2025. Dalam paparannya, beliau menjelaskan capaian, kendala yang dihadapi, serta berbagai rencana aksi dan perbaikan program untuk tahun mendatang. Sesi ini dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama peserta dari berbagai sektor.
Yang menarik perhatian dalam kegiatan ini adalah sesi “Sharing Success Story” dari dua lokasi yang telah berhasil meraih penghargaan nasional dalam program keamanan pangan, yakni:
-
Desa Dawan Klod, Kabupaten Klungkung, yang diwakili oleh IAnak Agung Cakra dan
-
Pasar Blahkiuh, Kabupaten Badung, yang diwakili oleh IGA K. Sudaratmaja.
Keduanya membagikan praktik baik dan strategi pemberdayaan masyarakat yang menjadi kunci keberhasilan dalam membangun ekosistem pangan aman di komunitas masing-masing.
Di akhir acara, BBPOM di Denpasar juga mengumumkan dan memberikan sertifikat penghargaan kepada sekolah-sekolah yang telah berhasil menciptakan lingkungan pangan jajanan anak sekolah (PJAS) yang aman, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan konsistensi yang telah dibangun.
Melalui kegiatan ini, BBPOM di Denpasar tidak hanya melakukan evaluasi teknis, tetapi juga memperkuat jaringan kolaborasi dan membangun inspirasi dari cerita-cerita keberhasilan yang nyata. Harapannya, keberhasilan program ini dapat direplikasi lebih luas di wilayah lain, serta menjadi bagian integral dari upaya menjaga kedaulatan pangan dan kesehatan masyarakat Indonesia.